Gus Baha: Syekh Ibnu Hajar al-Haitami Bertemu Rasulullah di Maulid

 Gus Baha: Syekh Ibnu Hajar al-Haitami Bertemu Rasulullah di Maulid

Gus Baha (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Rembang — Ulama alim asal Rembang, Jawa Tengah, KH Bahauddin Nursalim (Gus Baha) mengatakan secara lahiriah Rasulullah telah wafat. Namun pada hakikatnya ia tidak pernah meninggalkan umatnya.

Hal itu, kata Gus Baha karena makna dari ruh sendiri adalah kehidupan. “Jika jasad ditinggal ruh itu dinamakan mati, maka ruh ini bisa disifati mati apa tidak? Tidak, sebab ruh itu maknanya kehidupan,” ujarnya dikutip Jumat (12/11/2021).

Pengasuh pondok pesantren Alquran di Kragan, Narukan, Rembang itu menceritakan tentang Syekh Ibnu Hajar al-Haitami suatu hari bertemu Rasulullah SAW di Majelis Maulid.

Padahal Syekh Ibnu Hajar al-Haitami sangat mengharamkan nasyid (lagu-lagu yang memuji nabi). Ia berkali-kali ingkar kepada beberapa habaib dan ulama pada saat membaca Barzanji ketika sampai tharaban.

“Syekh Ibnu Hajar al-Haitami menghadiri sebuah acara maulid. Spontan, Ibnu Hajar turut menggerakkan badan karena tersentuh asyiknya,” ujarnya Gus Baha pada tayangan video akun Santri Gayeng.

***

“Lalu, Syekh Ibnu Hajar al-Haitami ditanya: ‘Kenapa Anda ikut bergoyang, padahal Anda mengharamkannya?’ Syekh Ibnu Hajar lalu menjawab: ‘Sekarang saya tidak mengharamkan dan akan ikut. Saya melihat Rasulullah di majelis ini melakukan itu,” sambungnya.

Kemudian, sambung Gus baha, hal itu dikuatkan dengan tidak digunakannya dhamir ghaib seperti pada bacaan tahiyat yang diucapkan selama ini, yakni Assalamu’alaika.

“Pakainya alaika, padahal Nabi sudah tidak ada. Karena tidak adanya beliau itu secara lahir. Hakikatnya, nabi masih di hadapan kita. Sehingga, kita kalau salam mengucapkan assalamu’alaika,” ungkap santri kinasih KH Maimoen Zubair itu.

Rasulullah SAW, lanjut Gus Baha, adalah pemimpin para syuhada. Diketahui bahwa para syuhada tetap hidup sebagaimana termaktub dalam QS Ali ‘Imran ayat 169: Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Sebenarnya mereka tetap hidup di sisi Tuhannya dan mendapatkan rezeki.

“Rasulullah SAW adalah pemimpin para syuhada. Kalau sekadar mati syahidnya orang biasa saja masih tetap hidup, apalagi Rasulullah sang sayyidus syuhada (pemimpin para syuhada). Tentu Rasulullah itu hidup,” pungkas Gus Baha.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

1 × five =