Gus Baha: Pekerjaan yang Diridhoi Allah Adalah Pekerjaan yang Dilakukan Profesional

 Gus Baha: Pekerjaan yang Diridhoi Allah Adalah Pekerjaan yang Dilakukan Profesional

Bagaimana Pandangan Islam tentang Etos Kerja? (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Ulama pakar turats klasik, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau biasa dikenal dengan panggilan Gus Baha menjelaskan tentang pekerjaan yang disukai Allah SWT.

Menurut Gus Baha, Allah SWT sangat menyukai semua pekerjaan, yang itu dilakukan oleh pelakunya secara istiqomah dan profesional.

“Allah itu suka kalau ada orang nekuni pekerjaan. Kemudian dia itqon (profesional),” kata Gus Baha dalam potongan video yang diunggah akun TikTok @tebuirenginitiatives, dikutip Kamis (14/9/2023).

Dalam hal ini Gus Baha mencontohkan dirinya sendiri. Di mana banyak orang yang berpandangan bahwa dirinya adalah seorang kiai. Sebagai konsekuensinya, ia pun dianggap sebagai orang yang alim.

“(Maka) harus profesional. Khasnya orang alim itu mengikuti orang alim sebelumnya. Makanya saya baca kitabnya Sayyid Muhammad, baca kitabnya Mbah Moen,” ujarnya.

Gus Baha menjelaskan bahwa hakikatnya orang ahlu sunnah itu harus mencintai habaib, mencintai ulama, mencintai fuqoro’, mencintai masyakih.

“Sebisa kita lakukan. Itu namanya profesional,” jelasnya.

Menjadi persoalan kemudian adalah ada orang disebut sebagai orang alim, tapi dia sombong. Dia berbicara sesuatu berdasarkan pendapatnya dia sendiri. Menurut Gus Baha itu tidak benar.

“Berarti kamu menjual pendapat kamu kepada umat. Kalau dikatakan alim itu ya bahasa kasarnya menterkenalkan pendapat Allah dan Rasul. Kalau boleh dibahasakan lain menterkenalkan hukumnya Allah dan Rasul,” tegasnya.

Lantas bagaimana caranya? Gus Baha menjawab yakni dengan qoulul ulama, yakni harus merujuk pada kitab-kitab karya ulama besar. Misal seperti mengutip kitab Ihya Ulumuddin, atau menggunakan kitab-kitabnya Sayyid Muhammad.

“Itu namanya profesional,” jelas Gus Baha.

“Makanya saya ngaji dimana-mana bawa kitab. Orang percaya kita karena dianggap orang alim. Makanya orang tau pendapat ulama ulama dulu,” tandasnya. []

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *