Ekonomi dan SosialKabar Nasional

Gus Baha Membagi Fitnah di Islam Ada Dua


HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Ulama muda alim asal Rembang Jawa Tengah, KH Bahauddin Nursalim atau dikenal Gus Baha membagi fitnah di Islam ada dua. Pertama fitnah yang datang dari luar agama dan fitnah yang datang dari dalam agama sendiri.

“Saya bertanggung jawab pendapat saya di depan Tuhan. Fitnah itu ada dua. Ada fitnah yang di luar agama, yang pada akhirnya mengganggu agama,” kata Gus Baha dalam ngaji Kitab Shahin Bukhari – Hadis 7084 dikutip dari Spotify, Kamis (3/9/2020).

Gus Baha menjelaskan fitnah di luar agama yang pada akhirnya menganggu agama adalah seperti pornografi, pornoaksi, orang mabuk, orang zina dan lain lain.

“Itu semua adalah fitnah yang mengganggu agama, tapi di luar agama,” jelasnya.

Namun lanjut Gus Baha, yang paling ditakutkan oleh Nabi adalah fitnah dari dalam agama. Misalnya orang yang karena istinad pada ayat tertentu  atau berpegangan pada hadist atau ayat tertentu, kemudian ia punya paham.

“Kemudian sebagian paham ini kadang harus ekstrem. Misalnya si kiai itu halal darahnya, si kelompok tertentu halal darahnya. Akhirnya terjadi pembantaian,” ungkapnya.

Dan itu kata Gus Baha, benar benar terjadi pada kelompok Khawarij. Kelompok ini berpendapat orang yang melakukan dosa kecil itu sama dengan orang melakukan dosa besar.

“Sementara fa’ilul kabirat dianggap syirik atau kafir. Akhirnya kelompok Khawarij rapat internal memutuskan biang keladi dalam Islam itu tiga. Dan harus dibunuh semua. Yaitu Muawiyah bin Abi Sofyan, Ali bin Abi Tholib dan Amr bin Ash,” ujar Gus Baha.

Akhirnya tragedi pembunuhan benar benar terjadi. Dimana kata Gus Baha, satu keputusan membunuh justru diputuskan oleh orang saleh.

Baca Juga :  Gus Baha: Manajemen Keuangan Sesuai Al-Qur'an

Sebuah kelompok orang yang mengaku ingin menjauhi dosa besar juga dosa kecil.

“Makanya kalian jangan gemar mengaku saleh, kaya orang Khawarij. Orang kalau terlalu saleh, misalnya kaya Mustofa ini, lihat orang gak berjenggot saja sudah dianggap fasik. Kalau salehnya lagi kumat. Kaya orang seneng wiridan habis salat, suka mengeluarkan dalil yang gak wirid syirik. Yang gak wiridan monyet,” ujarnya.

Gus Baha menjelaskan, memang tragedi agama itu dimulai dari orang orang saleh yang mempunyai keputusan atas nama agama.

“Saya ulangi lagi kalau saya membaca ini depan Tuhan, ini hadistnya Nabi shahih karena mujma alaih shahih Bukhari Muslim. Lewat mujma alaih shahih,” tegasnya.

Nabi Muhammad, lanjut Gus Baha pernah bersabda bahwa fitnah di akhir zaman itu dimulai dari cara pandang terhadap agama.

“Nah itu yang disebut Nabi dengan istilah “mereka yang lepas dari agama, kaya anak panah yang lepas dari busur. Mereka kelompok kita, ya kalau ngomong ya kaya kita, itu atas nama agama,” jelasnya.

Celakanya, kata Gus Baha, fitnah itu justru terjadi tidak lama setelah Nabi Muhammad wafat.

“Yaitu ketika Ali dibunuh, itu melalui rapatnya kaum Khawarij, orang orang shaleh ekstrem. Mereka rapat, yang membuat Islam kacau itu ya Ali, Muawiyah, dan Amr ibn Ash. Akhirnya lewat rapat kesalehan ini pula mereka memutuskan pembunuhan,” ujar Gus Baha.

“Ini kesalehan yang menyebabkan kegaduhan. Jadi tidak melulu kesalehan itu melahirkan kebaikan. Termasuk seperti kasalehannya orang Khawarij melahirkan pembunuhan,” tegasnya.

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close