Gus Baha Jelaskan Maksud Langit dalam Al-Qur’an

 Gus Baha Jelaskan Maksud Langit dalam Al-Qur’an

Gus Baha (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Dalam sebuah pengajian KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau biasa dipanggail dengan Gus Baha, Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA, Kragan Rembang menjelaskan fenomena astronomi yaitu tentang kedudukan atau maksud langit dalam Al-Qur’an.

Berikut Penjelasannya:

Imam Rozi menjelaskan bahwa Al-Qur’an itu wahyu yang berkarakter bahasa, bagaimanamun Qur’an itu bahasa. Ini perhatikan, agar anak turun anda nanti tidak janggal dan menyangsikan kedudukan Al-Qur’an

Contohnya begini, ketika ada berita bahwa NASA (Badan Penerbangan dan Antariksa) Amerika Serikat bisa sampai kebulan menimbulkan keguncangan. Rata-rata kyai desa tidak percaya. Argumennya begini: Nabi Muhammad saja kalau ingin kebulan atau naik kelangit pamit ke jibril belum tentu dibukakan. Kalau pun dibukakan pasti nunggu diintrogasi dulu.

Semalam saya mengaji dengan santri-santri, saya jelaskan masalah utama umat Islam antara lafadz atau lughot itu diimani dengan keinginannya sediri, bukan menurut ilmiah.

Orang cenderung memahami langit sesbagai satu wilayah atau area yang ditempati malaikat yang tidak tersentuh dan posisi bulan ada dilangit ketiga. Sehingga kalau ada kabar ada orang yang sampai bulan sampean tidak percaya, padahal tidak begitu.

Imam Rozi menjawab sama’ (langit) itu istilah lughot, sesuatu yang tidak bumi itu adalah sama’. Anda yang sudah pernah haji dan pernah naik pesawat, melihat atas langit bawah langit. Sebab itu istilah langit itu untuk menunjuk sesuatu yang tidak bumi.

Imam Rozi mencohtohkan Allah dalam firmannya Surat Ibrahim Ayat 24

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ

Artinya: “Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit.”

Makna sama’ dalam ayat ini pohon kurma dahannya itu dilangit. Artinya sederhanya tidak seperti yang anda maksudkan bahwa langit adalah sesuatu yang tidak terjangkau atau tersentuh orang.

Maka dari itu istilah sama’ dalam Al-Qur’an menunjuk sesuatu yang tidak bumi. Kalau dilihat dikamus mutlaqul uluwy “sesuatu yang atas” itu sama. Maka dari itu perihal penjelasan langit ini Gus Baha menyempaikan pentingnya iman itu dibarengi ilmu.

Sumber Link Audio-Visual:
Gus Baha Bulan

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

twelve + 15 =