Gus Baha Ingatkan Untuk Tidak Berlebihan Mengeritik Wahabi

 Gus Baha Ingatkan Untuk Tidak Berlebihan Mengeritik Wahabi

Gus Baha (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta — Ulama mufassir, sekaligus ulama ahli fiqh KH Ahmad Baha’udin Nursalim (Gus Baha) mengingatkan agar tidak berlebihan dalam mengkritik Wahabi.

Santri alumnus Al-Anwar, Sarang, Rembang itu mengaku bahwa dia pun sering mengkritik gerakan keagamaan yang dinisbatkan kepada Syekh Muhammad bin Abdul Wahab tersebut.

Meski demikian, kata beliau, kritik tersebut hanya dalam hal tertentu saja. Saat ada kecocokan maka hal tersebut patut disetujui.

“Misalnya tradisi mereka menghormati sahabat, kita setuju. Tradisi mereka menghormati Masjidil Haram kita setuju. Tradisi mereka menghafalkan Alquran kita setuju,” ujar Ulama Rembang itu, dilansir dari akun Youtube Belajar Alim, Kamis (03/03/2022).

Meski demikian, beliau menjelaskan, ada memang tradisi paham Wahabi yang tidak disetujui.

“Misalnya mereka sering gak hormat sama Ma’atsirul Nubuwah tempat-tempat bersejarah. Jadi kalau kita kritik di hal yang kita kritik saja. Itu pun karena bawaan zaman dan bawaan versi, bawaan tradisi,” jelasnya.

Oleh karena itu, Gus Baha menegaskan, pihaknya tidak membenci paham tersebut.

“Terus kamu simpulkan Gus Baha benci? Ya ndak juga. Dalam hal yang ndak cocok. Yang kita cocok ya, cocok kayak tadi misalnya Syekh Muhammad kalau ngarang kitab misalnya, dia beda dengan Wahabi. Kalau muji ya biasa,” jelasnya.

Gus Baha pun menjelaskan, dia selalu memberi hormat kepada siapapun yang berkontribusi pada agama, baik mereka yang terkenal maupun tidak.

Kalaupun ada kritik terhadap tokoh atau ulama tertentu, dia menjelaskan, hal itu bukan merupakan suatu kebencian.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *