Gus Baha : Gak Usah Lebay, Biasa Saja

 Gus Baha : Gak Usah Lebay, Biasa Saja

Gus Baha (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Gus Baha sekalipun sering guyon, beliau juga sangat sering serius. Tapi setiap kali habis berbicara serius, beliau lalu bercanda lagi.

“Saya ini, guyon saja ada sanadnya,” ujarnya suatu saat sambil terkekeh, dan disambut gemuruh tawa para santrinya.

Suatu saat, beliau berkata dengan serius. “Untuk kali ini, saya serius karena sudah berhubungan dengan tauhid. Ini penting saya paparkan di sini. Urusan tauhid itu dijaga betul. Jangan sembrono,” katanya.

“Saya sering mendengar ada orang bilang, ‘Saya jangan mati dulu, kalau saya mati, bagaimana dengan nasib istri dan anak saya’. Lho itu pernyataan apa?”

Kalau mati, lanjut Gus Baha, ya, mati saja, sudah kehendak Allah. Diantar beberapa orang ke kuburan, setelah dikubur lalu dilupakan orang.

“Nasib istri dan anakmu, ya, itu biar diurus Allah. Kan, di kehidupan sehari-hari banyak kita temui, perempuan yang dulu miskin, sengsara, begitu ditinggal mati suaminya lalu menikah lagi dengan laki-laki lain hidupnya tambah baik, tambah kaya, tambah bahagia. Anaknya juga begitu, punya bapak baru yang lebih sayang, lebih terhormat, dan lebih kaya,” ujar ulama kharismatik itu.

“Gak usah drama dan lebay. Biasa saja. Kalau kamu mati, ya, mati saja. Kok seakan-akan kematianmu menyebabkan nasib orang lain makin buruk. Ada-ada saja, tambahnya.

Demikian juga dengan Pilpres, papar Gus Baha, kalau kamu mau nyoblos, ya, nyoblos saja. Tidak perlu sok-sokan bilang kalau Capres A terpilih lalu kamu akan sejahtera, rakyat sejahtera. Mana ada rakyat atau orang sejahtera gara-gara presiden, tegas Kiai asal Rembang itu.

“Apalagi sampai bilang, kalau tidak Si A yang jadi Presiden bagaimana nasib agama Islam? Itu pernyataan yang sembrono. Ngawur itu.”

Gus Baha mengisahkan bahwa pada masa Kenabian, Islam pernah ditinggal meninggal dunia Kanjeng Nabi Muhammad Saw, para sahabat, orang-orang salih. Islam makin baik karena sudah kehendak Allah, makin banyak penganutnya, itu sudah ketetapan Allah.

 

 

Sumber : ala NU

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *