Gus Baha: Dunia Adalah Segala-galanya Bagi Orang Sudah Meninggal

 Gus Baha: Dunia Adalah Segala-galanya Bagi Orang Sudah Meninggal

Cara Jaga Kemajemukan, Gus Baha: Selesaikan Masalah dengan Tidak Marah-Marah (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Ulama pakar turats klasik, KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) mengingat kepada orang yang masih hidup untuk memaksimalkan diri selama di dunia.

Mengapa? Sebab menurut Gus Baha, kehidupan dunia sejatinya adalah segala-galanya bagi orang yang sudah meninggal.

Dirinya mengutip Imam Ghazali tentang solusi untuk orang yang merasa penat dengan kehidupan.

Imam Ghazali menyarankannya untuk datang ke kuburan.

“Kalau kalian gak punya uang, kemudian merasa penat dengan hidup, terus kalian merasa gak punya kenikmatan hidup, maka datang saja ke kuburan,” kata Gus Baha dalam video pengajiannya dilansir akun Instagram @gusbaha.mp4.

Menurut Gus Baha, dengan mendatangi kuburan, maka seseorang tersebut akan paham bahwa sejatinya, kehidupan selama di dunia adalah segala-galanya bagi orang yang sudah meninggal.

“Yakinlah semua yang sedang mati, keinginannya hanya satu, yakni ingin kembali ke dunia dan memperbaiki amal-amalnya. Berarti dunia adalah segala-galanya bagi orang yang sudah mati,” jelasnya.

Gus Baha menegaskan bahwa orang yang sudah meninggal, mereka hanya punya satu cita-cita, yakni “la’alli arji'”. Yaitu mereka berharap semoga bisa kembali ke dunia.

“Untuk apa? Untuk membenahi semua kesalahan yang pernah dilakukan selama di dunia,” sambungnya.

Untuk itu, maka bersyukurlah bagi orang-orang yang masih diberi kesempatan hidup di dunia.

“Artinya saya punya satu kesempatan yang diinginkan semua orang yang sudah mati di seluruh dunia. Lha kalian ini malah justru kebalikannya. Masih diberi kesempatan hidup, malah kepengin segera mati sangking kebanyakan kasus,” tandasnya. []

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *