Cancel Preloader

Gus Baha dan Filosofi Hidupnya

 Gus Baha dan Filosofi Hidupnya

Ilustrasi/Hidayatuna

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Gus Baha, ulama kharismatik asal Rembang dalam hidupnya memiliki beberapa filosofi hidup sendiri. Berikut adalah filosofi yang digaungkan dalam diri Gus Baha, yang Hidayatuna kumpulkan dikutip dari Laduni.

  1. Tidak Perlu Terkenal

“Posisi apa pun sama sekali bukan tujuan. Tidak menjadi apapun juga tidak masalah. Tidak kenal orang juga tidak masalah. Tidak di akui keberadaannya juga tidak masalah. Tidak dihormati juga tidak masalah. Justru bisa bersembunyi dari perhatian banyak orang malah lebih leluasa dan santai.”

  1. Tidak Gila Hormat

“Mendapatkan penghormatan bukan berarti kesuksesan. Menghormati belum tentu karena betul-betul memiliki rasa hormat. Bisa aja orang yang menghormati kita karena takut, karena diharuskan, karena mereka bekerja untuk kita, mereka butuh sama kita atau supaya terlihat pantas saja.”

  1. Hidup Santai dan Tenang

“Hidup ndak usah dibuat sulit, nggak usah ruwet. Asal tidak maksiat, bisa menjadi pribadi yang menyenangkan dan bermanfaat bagi banyak orang. Serta tidak mengusik hidup orang lain, itu sudah cukup.”

Putra ulama pakar Alquran dan juga pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Quran LP3IA KH Nursalim Al-Hafizh dari Narukan ini terkenal sebagai sosok yang sederhana. Meski nama Gus Baha sudah melangit, namun pribadinya tetap membumi.

Hal itu selaras dengan filosofi hidup Gus Baha. Seperti cerminan dari apa yang dikatakannya. Begitulah seharusnya manusia dalam hidupnya. Maha Suci Allah yang telah menjadikannya demikian.

Dalam hal penampilan pun, Gus Baha sehari-hari akrab dengan kopiah (peci) hitam dan sarung yang setia menemani perjalanan dakwahnya. Tak berbeda dengan masyarakat Ahlussunah waljamaah lainnya.

Gus Baha terkenal sebagai salah satu ulama-NU yang memiliki pengetahuan mendalam tentang Alquran. Kemampuannya menyampaikan ilmu disertai argumen sederhana menjadikan persoalan yang rumit terasa mudah dicerna. Ceramahnya banyak dicari oleh warganet maupun para penuntu ilmu.

Usianya yang bisa dikatakan masih muda, tak jadi penghalang “ilmu tua” untuk masuk ke dalam diri Gus Baha. Beliau sering disejajarkan dengan ulama sepuh karena keilmuannya. Masya’Allah, semoga semakin banyak pribadi-pribadi seperti Gus Baha sehingga Indonesia tetap damai.

Redaksi

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

one × 2 =