Grebeg Santri Disebut Sebagai Wujud Mencintai NKRI

 Grebeg Santri Disebut Sebagai Wujud Mencintai NKRI

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta– Ketua Panitia Hari Santri Nasional 2019 wilayah DIY, Muhammad Nilzam Yahya mengatakan perayaan Grebeg Santri 2019 disebutnya bukan semata-mata eforia perayaan saja, melainkan juga sebagai wujud santri mencintai NKRI.

Kegiatan Grebeg Santri lanjut dia, diikuti 45  pesantren se-DIY. Peserta delegasi dari berbagai pesantren di DIY berarak dari kantor DPRD DIY sampai ke Maliboro dengan berbagai kostum, pada Ahad (13/10) kemarin.

“Untuk peserta Grabeg Santri tahun ini ada 45 kontingen dan 5 kontingen undangan, jadi kalau dijumlah sekitar 50 kontingen. Yang 5 kontingen undangan itu nanti mengarak maskot karena mereka (5 kontingen) memiliki drumband,” kata Muhammad Nilzam Yahya di Kantor DPRD DIY, Kota Yogyakarta, dikutip Senin (14/10/2019).

Dirinya menjelaskan ada 3 maskot yang merepresentasikan tujuan Grebeg Santri. Pertama, garuda sebagai simbol negara. Kedua maskot lambang NU. Maskot ketiga yaitu tokoh dalam pewayangan, punokawan yang merepresentasi dari kebudayaan.

“Untuk tema Grebeg Santri tahun ini adalag ‘Santri Nyawiji Indonesia Gumbregah’. Artinya ketika santri-santri bersatu jadi satu maka bangsa kita akan bangkit,” ujarnya.

Nilzam berharap dengan kegiatan Grebeg Santri 2019, para santri bisa merasakan bahwa mereka semua adalah bagian dari Indonesia, bagian dari masyarakat yang menjaga NKRI dan cinta Pancasila serta UUD 1945.

“Yang tak kalah penting, ini adalah bentuk kecintaan santri pada bangsa dan negara,” tandasnya.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *