Gempa Bumi Guncang Maroko, UNICEF: 100.000 Anak Jadi Korban

 Gempa Bumi Guncang Maroko, UNICEF: 100.000 Anak Jadi Korban

PBB Soroti Banyaknya Pekerja Kemanusiaan yang Tewas Saat Bertugas di Palestina (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Maroko – Sekitar 100.000 anak terkena dampak gempa bumi dahsyat yang melanda Maroko Jumat lalu, kata UNICEF, sebagaimana dikutip dari IQNA pada Senin.

“Meskipun UNICEF belum mengetahui jumlah pasti anak-anak yang terbunuh dan terluka, perkiraan terbaru pada tahun 2022 menunjukkan bahwa anak-anak mewakili hampir sepertiga populasi di Maroko,” kata perwakilan UNICEF.

Menurut perkiraan PBB, lebih dari 300.000 orang terkena dampak di Marrakesh dan Pegunungan Atlas Tinggi setelah gempa berkekuatan 6,8 skala Richter.

Lebih dari 2.800 orang tewas, termasuk anak-anak, dan ribuan lainnya terluka, kata Kementerian Dalam Negeri negara tersebut.

Pihak berwenang khawatir jumlah ini kemungkinan akan bertambah.

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengatakan pusat gempa, yang terjadi setelah pukul 23.00 waktu setempat (2200GMT), berada 75 kilometer (46,6 mil) barat daya Marrakesh pada kedalaman 18,5 kilometer (11,5 mil).

Kerusakan besar dilaporkan di Marrakesh, sebuah situs Warisan Dunia UNESCO, akibat gempa mematikan tersebut.

Tim penyelamat pada hari Senin terus mencari orang hilang yang terperangkap di bawah reruntuhan untuk hari ketiga setelah gempa dahsyat tersebut.

Beberapa tim penyelamat asing telah tiba di negara tersebut untuk bergabung dalam upaya penyelamatan para korban yang selamat.

Maroko sejauh ini telah menerima tawaran bantuan dari Spanyol, Inggris, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Pada hari Minggu, pemerintah Maroko meluncurkan rekening khusus di Departemen Keuangan dan Bank Sentral Maroko untuk menerima sumbangan bagi para korban gempa.

Menurut Institut Geofisika Nasional Maroko, gempa tersebut merupakan yang terkuat yang melanda negara Afrika Utara dalam satu abad terakhir. []

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *