Gamer Memprotes Pengembang ‘Call of Duty’ yang Kembali Menghina Islam

 Gamer Memprotes Pengembang ‘Call of Duty’ yang Kembali Menghina Islam

Gamer Memprotes Pengembang ‘Call of Duty’ yang Kembali Menghina Islam (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Pengembang game ‘Call of Duty’, Activision kembali berulah dan menuai protes dari dari para pecintan gam yang beragama Islam. Kali ini protes dilatarbelakangi oleh adanya salah satu bagian permainan dalam game yang memuat halaman-halaman Quran yang robek.

Tidak hanya itu, sobekan Quran tersebut berserakan di tanah dan berlumuran darah. Saat pemain menjelajahi ruangan dalam game tersebut pemain menginjak-injak lembaran Quran tersebut.

Protes itu bermula ketika ada postingan sosial media dari BKTOOR, seorang fisikawan dan gamer menulis di Twitter dalam bahasa Arab pada 10 November, “Saudara-saudara, saya melihat halaman-halaman dari Quran di lantai di peta zombie. Saya pikir itu harus diturunkan secepat mungkin jika itu benar. ” Rabu (10/11)

Kemudian komunitas Muslim mulai memboikot permainan, beberapa diantaranya mengatakan mereka tidak akan bermain sampai detailnya telah dihapus. Sementara yang lain menghapus permainan dan bersumpah untuk tidak bermain sama sekali.

Anti-Defamation League juga menyuarakan persoalan ini, mereka mengatakan ““Penelitian kami menunjukkan bahwa 26 persen gamer Muslim menjadi sasaran kebencian dalam game online karena keyakinan mereka. Ini memalukan. Call of Duty secara tidak bertanggung jawab menambah pelecehan yang dialami para pemain Muslim di ruang-ruang ini dengan membiarkan para pemain menginjak-injak Alquran.”

Klarifikasi dan Permohonan Maaf

Melihat gelombang besar protes yang terjadi, Activision dengan cepat meminta maaf atas kesalahannya dan berjanji akan segera menghapus konten tersebut.

Dalam sebuah pernyataan kepada Dexerto pada hari Kamis, pengembang mengatakan, “ Call of Duty dibuat untuk semua orang. Ada konten tidak sensitif terhadap komunitas Muslim yang salah dimasukkan minggu lalu, dan sejak itu telah dihapus dari permainan. Seharusnya tidak pernah muncul seperti dalam game. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kami mengambil langkah segera secara internal untuk mengatasi situasi untuk mencegah kejadian seperti itu di masa depan.”

Sayangnya, ungkapan pernyataan maaf tersebut hanya ditujukan ke publik Timur Tengah. Padahal umat muslim terbesar tidak hanya di Timur Tengah tapi juga meliputi wilayah lain. Ada hampir dua miliar Muslim di dunia – hampir seperempat dari populasi dunia. Mayoritas dari mereka tinggal di luar Timur Tengah. Indonesia, Pakistan, India, Bangladesh, dan Nigeria memiliki lima populasi Muslim terbesar di dunia

Kejadian seperti ini memang bukan pertamakalinya terjadi di game ‘Call of Duty”. Tahun 2012, dalam Call of Duty: Modern Warfare 2, peta Favela memiliki tulisan suci dari Al-Qur’an yang terukir dalam bingkai lukisan yang terletak di kamar mandi. Kemudian tahun 2017 memasukkan stereotip penjahat pada karakter Muslim.

Dawamun Niam Alfatawi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *