Gaduh Hukum Wayang Haram, Ini Penjelasan Gus Baha

 Gaduh Hukum Wayang Haram, Ini Penjelasan Gus Baha

Benarkah Wayang Tradisi yang Berbenturan dengan Islam? (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta — Jagat maya kembali gaduh setelah Ustad Khalid Basalamah berkomentar tentang wayang haram. Pernyataannya itu pun kemudian menuai kontroversi.

Terkait hukum wayang, ulama pakar turats klasik, KH. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) memiliki pandangan tersendiri.

Soal wayang, Gus Baha menjelaskan bahwa Sunan Giri pun sebenarnya mengharamkan wayang, karena dirasa menyerupai bentuk patung.

“Sunan Kalijaga itu saking inginnya berdakwah, sampai membuat wayang Thengul, itu wayang berbentuk orang. Sunan Giri tidak terima, haram hukumnya membuat patung. Kalau membuat patung, nanti di akhirat disuruh berikan nyawa,” kata Gus Baha dalam sebuah potongan video yang diunggah akun Instagram @kajian.gusbaha, dikutip Senin (21/20/2022).

Ia mengatakan, pada awal masuk Islam di Nusantara, hanya ada Wayang Thengul. Wayang ini yang dilarang dalam Islam sebab berbentuk patung.

Namun, wayang ini dipakai oleh Sunan Kalijaga untuk sarana dakwah, tetapi diharamkan oleh Sunan Giri.

“Sunan Kalijaga agak tidak tahu hukum (Islam) karena mantan preman jadi Wali. Akhirnya di tengah-tengah oleh Sunan Kudus yang lebih alim,” jelas Gus Baha.

Sunan Kudus kemudian mengusulkan agar Wayang dibuat tipis hingga tidak menyerupai manusia.

“Wayang ini dipeokan (ditipiskan) saja, terus jadi wayang kulit. kalau wayang Tenghul itu berbentuk patung. Tapi kalau rata seperti kulit, sudah tidak bisa kasih nyawa, orang sudah penyet (tipis),” tandasnya.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *