Festival Sunat, Tradisi Unik Muslim Bulgaria

 Festival Sunat, Tradisi Unik Muslim Bulgaria

Tradisi Sunat (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Setiap muslim di seluruh dunia selalu memiliki ke-khasan dan keunikan tradisi yang berbeda-beda. Salah satunya seperti tradisi unik di kalangan muslim di Bulgaria.

Dimana setiap menyambut bulan suci Ramadhan, mereka selalu ramai menggelar festival sunat secara massal. Dalam festival sunat ini, para umat Islam dari sudut barat daya Bulgaria berbondong-bondong ke desa pegunungan yang sepi di Ribnovo.

Di tempat ini, kegiatan festival pesta, musik, dan sunat massal dilakukan. Kegiatan tersebut biasanya dilangsungkan selama 4 hari lamanya.

Pada tahun ini meski di tengah wabah pandemi, mereka tetap menggelar tradisi tahunan tersebut. Meski demikian, kegiatan tahun ini harus mengikuti standar protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh negara setempat.

Melestarikan Festival Sunat

Festival tahunan kali inki di gelar di Ribnovo, yakni sebuah desa pegunungan 130 kilometer (80 mil) di selatan ibu kota, Sofia. Dilansir dari The Independent, alasan mereka tetap melaksanakan tradisi tahun ini dikarenakan sebagian besar perayaan berlangsung di luar ruangan.

Komunitas akhirnya memutuskan untuk mempertahankan tradisi mereka dan mempertahankan upacara sunat. Sebagaimana diketahui bahwa tradisi sunat dalam Islam merupakan sebagai kewajiban agama.

“Ritual kelompok ini diadakan tahunan, tergantung pada permintaan dan karena kebanyakan orang di wilayah tersebut miskin dan jarang dapat menyisihkan uang untuk perayaan individu,” ungkap Ismail Atipov salah satu peserta perayaan tersebut dikutip Selasa (20/4/2021).

Pria yang telah tinggal dan bekerja selama 10 tahun terakhir di kota Pamplona, Spanyol itu jauh-juah pulang ke Bulgaria untuk mengikuti festival tersebut. Di mana salah satu putranya yang baru lahir akan dikutsertakan dalam festival sunat massal.

“Saat istri saya hamil, saya berjanji akan menyelenggarakan acara ini jika bayi saya laki-laki. Dia lahir dan inilah saya,” ujar Atipov.

Antusiasme Penduduk

Upacara mengikuti tiga hari persiapan. Orang-orang memenuhi jalan untuk menyambut prosesi sebelum penyunatan anak laki-laki.

Ayah yang bangga mengarak bayi-bayi itu di atas kuda yang dihiasi bunga di seluruh desa. Di antara mereka yang melihat adalah wanita lanjut usia dengan pakaian tradisional dan kerudung.

Sore hari disediakan untuk gulat minyak dan kompetisi lari. 3.500 penduduk Ribnovo adalah minoritas Pomak, yang nenek moyang Kristennya masuk Islam selama lima abad pemerintahan Ottoman. Hampir seperlima dari 1 juta Muslim Bulgaria adalah Pomaks.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

fourteen − 7 =