Fatwa Operasi Plastik Dosa Besar?

 Fatwa Operasi Plastik Dosa Besar?

Fatwa Operasi Plastik Picu Beragam Reaksi (Ilustrasi/Hidayatuna)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Kurdistan – Sebuah fatwa dikeluarkan oleh Persatuan Cendekiawan Islam Kurdistan yang melarang operasi plastik belum lama ini. Lembaga ini menggolongkan operasi kecantikan sebagai dosa besar.

Fatwa ini pun memicu reaksi yang beragam di antara dokter, terapis, dan masyarakat Kurdistan Irak. Bahkan menjadi topik diskusi hangat di media sosial.

Dilansir dari Republika, Rabu (18/8/2021), Anggota Panitia Fatwa Hassan Pshdari mengungkapkan alasan dikeluarkannya fatwa tersebut. Pasalnya, fatwa dikeluarkan karena mereka mendapat banyak pertanyaan terkait isu tersebut.

Penulis dan feminis Houzan Mahmoud juga menolak adanya operasi plastik. Sebab, operasi plastik dinilai dapat menyebabkan beberapa gangguan mental.

Menurut fatwa tersebut, operasi yang tidak perlu termasuk mengurangi ukuran hidung, telinga dan mulut. Lalu mengangkat bibir, kulit, pipi atau menghilangkan kerutan. Operasi ini adalah bagian dari manipulasi ciptaan Tuhan.

Sementara yang diperbolehkan adalah memperbaiki hidung yang bengkok atau patah, memperbaiki gigi atau memperbaiki luka bakar, dan operasi lain yang dianggap perlu lainnya. Banyak pihak mengkritik fatwa dengan mengatakan ada banyak hal lain yang lebih penting yang perlu diputuskan.

Seorang perwakilan dari Asosiasi Bedah Rekonstruksi dan Estetika Plastik Kurdistan mengatakan, sekitar 300 ribu prosedur kecantikan dilakukan setiap tahun di Kurdistan. Keputusan fatwa itu tidak melibatkan organisasi lain.

Ketua Asosiasi Shakhawan Saib mengatakan sekitar 70 persen orang yang melakukan operasi plastik adalah perempuan. Mereka biasanya melakukan operasi hidung. Operasi lain, seperti operasi kelopak mata, sedot lemak, wajah, alis, dan pengencangan payudara juga dilakukan.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

two × 1 =