Fakta Mengerikan di Balik Bom Fosfor Putih Tentara Israel

 Fakta Mengerikan di Balik Bom Fosfor Putih Tentara Israel

Palestina Terkini: 153 Orang Tewas, 60 Luka-Luka Akibat Pemboman Israel dalam 24 Jam Terakhir (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUN.COM, Jakarta – Dalam melakukan penyerangan terhadap warga Palestina, pasukan Israel menggunakan bom fosfor putih.

Padahal berdasarkan kebijakan internasional, penggunaan bom tersebut dilarang keras.

Lantas apa sebenarnya bom fosfor putih yang digunakan Israel untuk menyerang warga Palestina?

Dan mengapa ia disebut sebagai bom pembunuh massal yang mengerikan?

Dilansir dari Republika, Senin (16/10/2023), fosfor putih merupakan zat lilin transparan yang terbuat dari fosfat, berwarna putih kekuningan dan berbau seperti bawang putih.

“Ini adalah senjata berbahaya yang bekerja dengan mencampurkan fosfor dengan oksigen,” tulis laporan tersebut.

Bom jenis ini mempunyai reaksi yang sangat cepat dan menghasilkan gas pembakaran dengan suhu tinggi dan awan asap putih tebal.

Dampak mengerikan bom forfor putih juga bisa merusak ekosistem lingkungan.

Hal ini dikarenakan statusnya yang bisa mengendap di dalam tanah atau dasar sungai dan laut.

Dengan kata lain, fosfor tersebut bisa mengenai dan menyasar organisme laut.

Tentu saja hal ini juga mengancam keselamatan manusia dan lingkungan dalam jangka panjang.

Sementara dampak jangka pendeknya adalah membuat orang yang terpapar mengakibatkan kulit menjadi meleleh dan terbakar hingga ke tulang.

Bom fosfor adalah salah satu senjata yang paling keji dan mematikan karema penanganannya yang sulit.

Sebagai informasi, Kementerian Luar Negeri Palestina mengungkapkan penggunaan Israel dalam memakai bom fosfor putih untuk menyerang rakyat Palestina.

Serangan itu mengakibatkan warga Palestina banyak tewas di Jalur Gaza. Terbaru penembakan menggunakan bom fosfor dilakukan militer Israel pada Rabu pagi, 11 Oktober 2023. []

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *