Fahruddin Faiz: Manusia Harus Mengenali Batas Diri agar Hidupnya Maksimal

 Fahruddin Faiz: Manusia Harus Mengenali Batas Diri agar Hidupnya Maksimal

Fahruddin Faiz (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Pimpinan Ngaji Filsafat dan juga dosen UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Fahruddin Faiz jika selama ini ada orang yang merasa kuwalahan atau repot sendiri menghadapi sesuatu hal, bisa jadi seseorang tersebut sejatinya lupa untuk mengukur batas diri.

Menurut Faiz, kemampuan untuk mengukur batas diri merupakan hal penting. Sebab jika seseorang tak mampu mengukur batas diri, ia akan menjadi seseorang repot dengan diri sendiri. Sebab semua peran diambilnya.

“Jadi ada orang yang lupa untuk mengukur batasnya sendiri. Akhirnya semua peran diambil. Dan itu merepotkan dia sendiri,” kata Fahruddin Faiz dalam video pendek yang diunggah akun TikTok @logikafilsuf┬ádikutip Senin (29/01/2024).

Ia menjelaskan, tatkala semua peran diambil seorang diri, maka seseorang tersebut sejatinya lupa bahwa akhirnya akan berujung tidak maksimal semua. Sementara kita terlalu semangat untuk mengambil peran ini dan itu.

“Jadi menurut saya kita harus mengenali batas diri, selain prioritas,” jelas Faiz.

Pemahaman tentang tahu batas diri menurut Faiz termasuk di dalamnya adalah mengetahui tentang peran. Dalam kapasitas ini, maka seseorang dituntut untuk tahu batasnya. Meliputi batas energi, waktu, termasuk juga peran.

“Kemudian batas juga bisa dalam arti ketika kita menjalankan peran, kita harus tahu juga sejauhmana batas kita. Baik batas energi, batas waktu, dan jenis peran yang harus kita mainkan,” tandasnya.

Dengan mengatahui batas diri, seseorang akan bisa maksimal dalam mengerjakan sesuatu. Tidak hanya itu, dia juga akan mudah dalam mengeksekusi sebuah masalah. []

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *