Fadhilah dan Keutamaan Puasa Sunnah Dzulhijjah

 Fadhilah dan Keutamaan Puasa Sunnah Dzulhijjah

Pemerintah Akan Gelar Sidang Isbat Rabu 22 Maret (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Puasa bulan Dzulhijjah adalah amalan yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Sebab bulan Dzulhijjah merupakan bulan yang dimuliakan selain bulan Muharram dan Dzulqa’dah.

Kemuliaannya diterangkan oleh hadist Rasulullah yang diriwayatkan oleh HR At-Trmidzi, Rasulullah mengatakan, “Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar.”

Selain itu, seperti dilansir dari NU Online dijelaskan bahwa satu tahun puasa pada hadits di atas, dijelaskan oleh Mula al-Qari’ dalam Mirqâh al-Mafatih, juz 3, satu tahun puasa sunnah, bukan puasa Ramadhan.

Adapun niat puasa Dzulhijjah dari tanggal 1 sampai 7 adalah sebagai berikut.

  نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta‘ala.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta’ala.”

Niat puasa Dzulhijjah ini dibacakan saat malam hari sebelum menjalankan ibadah puasa, tepatnya sejak terbenam matahari di hari sebelumnya sampai menjelang Subuh di hari puasanya.

Sebagaimana layaknya berpuasa, dalam menjalankan ibadah puasa Dzulhijjah ini juga orang disunnahkan untuk menikmati makan sahur.

Meskipun demikian, orang yang tidak sahur baik karena ketiduran ataupun alasan lainnya juga tidak masalah untuk melakukan puasa sunnah ini.

Bahkan, puasa Dzulhijjah ini boleh juga dilakukan oleh orang yang sejak terbit fajar hingga menjelang Dzuhur belum memakan atau meminum sesuatu apa pun. Bagi orang tersebut dibolehkan untuk memulai niatnya berpuasa, meski fajar sudah lewat.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *