Cancel Preloader

Etika Bertamu, Perlukah Memberi Kabar Sebelum Datang?

 Etika Bertamu, Perlukah Memberi Kabar Sebelum Datang?

Silaturahmi dulu, kini dan esok (Ilustrasi/Hidayatuna)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Bertamu menjadi cara menyambung silaturahmi paling penting yang sudah jarang dilakukan di jaman apa-apa serba media sosial ini. Etika bertamu pun menjadi sulit untuk diterapkan, padahal dahulu sebelum ada handphone mudah saja untuk menerapkan etika dalam bertamu.

Kebaikan, dalam Alquran disebut dengan ma’ruf atau sesuatu yang disepakati atau dikenali di tempat tersebut. Barangkali di beberapa tempat, kalau kita hendak bertamu tanpa memberi kabar sebelum datang itu akan merepotkan tuan rumah.

Siapa tahu yang bersangkutan hendak keluar daerah atau ada kepentingan lain sehingga jika kita bertamu tanpa memberi kabar tentu mengejutkan. Bahkan merepotkan si empunya rumah dan menjadikan situasi serba tidak enak.

Namun di tempat lain bisa saja sebaliknya, jika kita hendak bertamu dengan memberi kabar lebih dulu justru akan merepotkan tuan rumah. Sebab mereka akan disibukkan dengan persiapan hidangan dan segala macamnya.

Memuliakan Tamu Hilangkan Kesusahan Datangkan Rezeki

Semua itu hanya masalah situasional saja, tidak ada kewajiban untuk memberi kabar terlebih dahulu dengan tuan rumah ketika hendak bertamu. Hanya saja, bainya memang dikomunikasikan lebih dulu dengan yang bersangkutan jauh-jauh hari sebelum kita bertamu.

Apakah ia keberatan atau tidak ketika kita hendak bertamu sewaktu-waktu? Atau perlu memberi kabar lebih dulu, jika teman atau kerabat kita tersebut termasuk orang sibuk yang jarang di rumah.

Dikhawatirkan ketika kita sudah tiba dan bertamu ke rumahnya, tidak seorang pun kita jumpai. Atau apa yang hendak kita sampaikan ketika bertamu menjadi tak tersampaikan hanya karena tanpa memberi kabar dan yang bersangkutan sedang tidak di rumah.

Pun jika kita memberi tahu lebih dulu untuk bertamu, kemudian tuan rumah menyediakan hidangan spesial untuk kita. Sesungguhnya itulah caranya memuliakan tamu dan kita tak boleh menolaknya.

Dalam Islam, memuliakan tamu akan mendatangkan rezeki dan menghilangkan kesusahan. Jika kita tak ingin terlalu merepotkan, bawakan sesuatu atau oleh-oleh yang bisa menyenangkan hati tuan rumah sehingga tidak ada lagi perasaan tidak enak hati atau dalam bahasa Jawa pekewuh.

Itulah etika bertamu dalam Islam yang wajib Anda tahu. Masalah perlu memberi kabar atau tidak sebelum bertamu, itu menjadi kesepakatan Anda dan teman atau kerabat yang hendak Anda kunjungi, dan sesungguhnya tidak ada kewajiban atas hal tersebut.

Redaksi

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

five + 4 =