Erdogan: Kebebasan Berekspresi Bukan Alasan untuk Menodai Al-Qur’an

 Erdogan: Kebebasan Berekspresi Bukan Alasan untuk Menodai Al-Qur’an

Erdogan Sebut Israel Lebih Kejam daripada Hitler (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa serangan terhadap Al-Quran tidak dapat dibenarkan sebagai bentuk kebebasan berekspresi. Hal itu disampaikan dalam pembicaraan dengan delegasi dari Dewan Organisasi Muslim AS [USCMO].

Untuk itu ia meminta Kongres AS dan kalangan politik lainnya untuk memperhatikan serius bahaya Islamofobia yang mengatasnamakan kebebasan berekspresi.

“Pendirian umat kita melawan Islamofobia, intoleransi dan diskriminasi serta persatuan sangat penting dalam memerangi ancaman ini,” ungkap Erdogan dilansir dari TRT World dikutip Kamis (7/9/2023).

Erdogan menyebut para dewan memiliki tugas penting untuk menjelaskan pemahaman Islam yang sebenarnya berdasarkan toleransi dan persaudaraan.

“Kekuatan Anda sebagai komunitas Muslim di Amerika menjadi contoh bagi seluruh dunia Islam dan merupakan sumber kekuatan dan inspirasi,” jelasnya.

Dalam banyak kesempatan Erdogan mengaku sering mendapatkan laporan bahwa serangan terhadap Al-Quran di Eropa disebut sebagai bagian dari bentuk kebebasan berekspresi.

Padahal lanjut dia, tindakan tersebut tidak bisa disebut sebagai kebebasan berekspresi, melainkan sebuah tindakan kejahatan dan barbarisme.

“Ini jelas merupakan kejahatan rasial dan barbarisme,” ujarnya.

“Kami melihat sekali lagi dalam setiap kejadian betapa mereka yang menutup mata terhadap serangan terhadap Islam dan Muslim ini telah menginternalisasi nilai-nilai kemanusiaan,” tambahnya.

Oleh sebab itu, Erdogan menjelaskan resolusi Majelis Umum PBB dan Dewan Hak Asasi Manusia perlu memutuskan bahwa semua tindakan kekerasan terhadap kitab suci sebagai pelanggaran hukum internasional. []

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *