Dukungan Palestina Mengalir dari Kelompok Yahudi Inggris

 Dukungan Palestina Mengalir dari Kelompok Yahudi Inggris

Sebuah Kampanye di Amerika Serikat Serukan “Tinggalkan Biden”, Imbas Dukungannya atas Genosida oleh Israel (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Dukungan terus mengalir untuk Palestina dari berbagai publik dunia. Baru-baru ini dukungan Palestina datang dari kelompok orang Yahudi Inggris.

Mereka telah membentuk kelompok hak asasi manusia yang bertujuan untuk berkampanye melawan sistem apartheid yang diberlakukan Israel terhadap warga Palestina.

Dalam dukungannya, mereka secara tegas menentang gagasan bahwa semua orang Yahudi mendukung Zionisme dan Israel.

Juru bicara Yahudi Melawan Apartheid Israel yang berbasis di Sheffield, Adam Hurst (65) melihat Israel telah banyak melakukan tindikan diskriminasi terhadap Palestina.

“Jika Anda melihat negara Israel, banyak sekali diskriminasi. Misalnya soal hak kembali warga Palestina,” kata Adam dilansir dari About Islam, Selasa (22/11/2023).

Ia mengaku, meski dirinya seorang Yahudi, namun dia menolak tegas zionisme.

Menurutnya apa yang dilakukan zionisme merupakan kejahatan kemanusiaan.

“Saya seorang Yahudi, saya otomatis mempunyai hak untuk menjadi warga negara Israel meskipun saya menikah dengan orang non-Yahudi dan anak-anak saya bukan orang Yahudi. Jika saya mempunyai cucu, mereka juga otomatis mempunyai kewarganegaraan di Israel,” jelasnya.

Hal itu berbanding dengan perlakuan terhadap rakyat Palestina yang telah menempati kawasan tersebut. Untuk itu diskriminasi yang dilakukan Israel tidak bisa dibenarkan.

“Jika Anda adalah keturunan Palestina, Anda tidak mempunyai hak tersebut. Undang-undang imigrasi ini memperlakukan orang Yahudi dengan cara yang sangat berbeda dengan orang Palestina.”

Adam mengatakan warga Palestina di Tepi Barat bahkan tidak bisa bergerak dengan bebas.

“Mereka terpaksa melakukan perjalanan di jalan yang berbeda dan tinggal di daerah yang berbeda dengan orang Yahudi. Tidak diragukan lagi, ini adalah ciri-ciri negara Apartheid,” tandasnya. []

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *