Cancel Preloader

doa saat

Doa Saat Menghadapi Masalah

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Masing-masing orang mengemban masalah berbeda-beda. Hendaknya setiap masalah yang datang dijadikan pacuan untuk terus survive menjalani kehidupan.

Masalah sudah menjadi bagian dari hidup yang tidak bisa dipisahkan dari dalam diri kita. Cara setiap orang menghadapi masalah pun berbeda, intensitas masalah yang dihadapi juga tidak sama. Lebih tepatnya, masalah datang utuk dihadapi bukan lari dari masalah tersebut.

Memiliki masalah merupakan hal wajar, namun jangan sampai mmebuat kita merasa menjadi orang yang tidak beruntung lalu seolah-olah menjadi orang yang paling sial di dunia ini.

Padahal, dalam ruang lingkup yang lain, orang-orang disekitar kita juga memiliki masalah. Tidak menutup kemungkinan bahwa masalah yang dihadapi oleh orang tersebut lebih berat daripada masalah kita.

Kita perlu sadari bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Lagipula, Allah tidak akan memberikan suatu beban melebihi kemampuan umatnya. Hal ini tercantum dalam Surah Al-Insyirah yang artinya “setiap kesusahan pasti kemudahan”.

Begini Doanya:

Jelasnya, bagaimana kita menghadapinya dengan sabar, ikhlas menerima serta tidak meniadakan usaha untuk mencari jalan keluar dari masalah tersebut. Disamping itu, ada doa yang bisa kita panjatkan dalam menghadapi masalah dan berharap dapat menyelesaikannya, yaitu:

اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي، وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنَ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي، وَعَنْ شِمَالِي، وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dun-yaa wal aakhirah. allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fi diini wa dunyaa-ya wa ahlii wa maalii. allahummas-tur ‘au-raatii wa aamin rau-’aatii. allahummah-fadz-nii min baini yadayya wa min khalfii wa ‘an yami inii wa ‘an syimaalii wa min fauqii. wa a-’uudzu bi ‘adzmatika an-ughtaala min tahtii.

Artinya: “Ya Allah, Sesungguhnya aku memohon ampunan dan terbebas dari masalah di dunia dan akhirat. Aku memohon ampunan dan terbebas dari masalah dalam urusan agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku dan tenangkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah! Jagalah aku dari arah muka, belakang, kanan, kiri dan dari atasku, dan aku berlindung dengan kebesaranMu, agar aku tidak dihancurkan dari bawahku.”(HR. Ahmad 4785, Abu Daud 5074, Ibn Majah 3871).

Sebagai seorang muslim, sudah selayaknya kita menghadapi berbagai ragam masalah sebagai sebuah keniscayaan kasih sayang Allah. Ketika kita berfikir positif dari adanya masalah yang kita hadapi, kita akan senantiasa menganggap sebuah masalah dalah bagian kasih sayang yang diberikan kepada Allah, serta mengambil hikmah dari adanya masalah itu sendiri.

Muallifah

Muallifah

Mahasiswa S2 Universitas Gajah Mada, Penulis lepas

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

4 × 1 =