Doa Ali bin Abi Thalib yang Diajarkan Rasulullah

 Doa Ali bin Abi Thalib yang Diajarkan Rasulullah

Jalan hidup Rasulullah (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Dalam sebuah riwayat, menantu Rasulullah Muhammad Saw, Ali bin Abu Thalib RA menyampaikan bahwa dirinya kesulitan untuk dapat menghafal Alquran.

Untuk itu, dia pun mengadukan masalah hal ini kepada Nabi. Rasulullah SAW pun memberikan sejumlah amalan khusus sekaligus doa agar mudah menghafal Alquran.

Berikut doa yang diajarkan Rasulullah kepada Ali bin Thalib, sebagaimana dikutip dari riwayat yang cukup panjang:

اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِتَرْكِ الْمَعَاصِي أَبَدًا مَا أَبْقَيْتَنِي وَارْحَمْنِي أَنْ أَتَكَلَّفَ مَا لَا يَعْنِينِي وَارْزُقْنِي حُسْنَ النَّظَرِ فِيمَا يُرْضِيكَ عَنِّي اللَّهُمَّ بَدِيعَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ وَالْعِزَّةِ الَّتِي لَا تُرَامُ أَسْأَلُكَ يَا أَللَّهُ يَا رَحْمَنُ بِجَلَالِكَ وَنُورِ وَجْهِكَ أَنْ تُلْزِمَ قَلْبِي حِفْظَ كِتَابِكَ كَمَا عَلَّمْتَنِي وَارْزُقْنِي أَنْ أَتْلُوَهُ عَلَى النَّحْوِ الَّذِي يُرْضِيكَ عَنِّيَ اللَّهُمَّ بَدِيعَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ وَالْعِزَّةِ الَّتِي لَا تُرَامُ أَسْأَلُكَ يَا أَللَّهُ يَا رَحْمَنُ بِجَلَالِكَ وَنُورِ وَجْهِكَ أَنْ تُنَوِّرَ بِكِتَابِكَ بَصَرِي وَأَنْ تُطْلِقَ بِهِ لِسَانِي وَأَنْ تُفَرِّجَ بِهِ عَنْ قَلْبِي وَأَنْ تَشْرَحَ بِهِ صَدْرِي وَأَنْ تَغْسِلَ بِهِ بَدَنِي فَإِنَّهُ لَا يُعِينُنِي عَلَى الْحَقِّ غَيْرُكَ وَلَا يُؤْتِيهِ إِلَّا أَنْتَ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

“Allaahummarhamnii bitarkil ma’aashii abadan maa abqaitanii, war hamnii an atakallafa maa laa ya’niinii. warzuqnii husnan nazhari fiimaa yurdhiika ‘annii. allaahumma badii’as samaawati wal ardhi dzal jalaali wal ikraam. wal ‘izzatil latii kaa turaamu. as-aluka yaa allaahu. yaa rahmaanu bi jalaalika wa nuuri wajhika an tulzima qalbii hifzha kitaabika kamaa ‘allamtanii. warzuqnii an atluwahu ‘alan nahwilladzii yurdhiika ‘annii. allaahumma badii’as samaawaati wal ardhi. dzal jalaali wal ikraam, wal ‘izzillatii laa turaam, as-aluka yaa Allaahu. yaa Rahmaanu bi jalaalika wa nuuri wajhika an tunawwira bikitaabika basharii wa an tudhliqa bihi lisaanii. wa an tufarrij bihi ‘an qalbii, wa an tasyrah bihi shadrii, wa an taghsil bihi badanii. fainnahu laa yu’iinunii ‘alal haqqi ghairuka, wa laa yu`tiihi illaa anta. wa laa haula wa laa quwwata illaa bika al ‘aliyyil ‘azhiim.”

Artinya:

“Ya Allah, rahmatilah aku untuk meninggalkan kemaksiatan selamanya selama Engkau masih menghidupkanku. dan rahmatilah aku untuk tidak memperberat diri dengan sesuatu yang tidak bermanfaat bagiku. berilah aku rezeki berupa kenikmatan mencermati perkara yang mendatangkan keridhaanMu kepadaku.

Ya Allah, wahai Pencipta langit dan bumi. Wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan serta keperkasaan yang tidak mungkin bisa dicapai oleh makhluk.

Aku memohon kepadaMu ya Allah, wahai Dzat yang Mahapengasih. dengan kebesaran-Mu dan cahaya wajah-Mu agar mengawasi hatiku untuk menjaga kitab-Mu. sebagaimana Engkau telah mengajarkannya kepadaku. dan berilah aku rezeki untuk senantiasa membacanya hingga membuat-Mu ridha kepadaku.

Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, Dzat yang memiliki kebesaran, kemulian dan keperkasaan yang tidak mungkin diinginkan oleh makhluk.

Aku memohon kepada-Mu ya Allah, wahai Dzat yang Mahapengasih. dengan kebesaranMu dan cahaya wajah-Mu agar Engkau menyinari hatiku dan membersihkan badanku. sesungguhnya tidak ada yang dapat membantuku untuk mendapatkan kebenaran selain Engkau. dan juga tidak ada yang bisa memberi kebenaran itu selain-Mu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Mahatinggi dan Maha-agung.”

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *