Dianjurkan Agama, Umat Islam Jangan Sampai Kurang Piknik

 Dianjurkan Agama, Umat Islam Jangan Sampai Kurang Piknik

Dianjurkan Agama, Umat Islam Jangan Sampai Kurang Piknik

HIDAYATUNA.COM – Siapa yang tidak kenal dan tidak menyukai piknik atau bertamasya atau juga popular di kalangan masyarakat kini dengan sebutan trevelling atau bepergian.

Aktivitas menyenangkan ini bahkan sudah seakan menjadi kebutuhan jasmani dan rohani karena selain dapat melepas kepenatan karena rutinitas sehari-hari, menghabiskan waktu liburan, piknik atau travelling juga sangat berguna bagi kesehatan pola pikir kita.

Namun tahukah kamu, dalam agama Islam, travelling juga sangat dianjurkan. Anjuran tersebut juga tersurat dalam beberapa ayat Al-Quran. Di antara seruan tersebut tertuang dalam firman Allah, QS Almulk ayat 15:

هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ ۖ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

“Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, Maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan”.

Dengan melakukan perjalanan atau travelling, umat Islam diharapkan senantiasa memupuk rasa syukur atas segala kenikmatan yang Allah berikan. Travelling juga diharapkan menjadi perantara agar umat manusia selalu belajar dari berbagai hal seperti kisah-kisah umat terdahulu atau pun apa pun yang mereka temui dalam perjalanan mereka.

Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran surat Ar-Rum ayat 9, yang artinya:

“Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelum mereka? orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri.”

Ibnu Batutah seorang tokoh muslim yang dikenal sebagai pengembara legendaris pada abad ke-14. Riwayat perjalanan yang hampir sepanjang 30 tahun Ibnu Batutah bahkan tertuang dalam sebuah buku dan menjadi catatan sejarah yang dikenal dengan sebutan ‘Rihlah Ibnu Batutah’.

Buku ditulis oleh juru tulis Maroko kala itu, Ibnu Juzay dengan judul asli Nuzzhar fi Ghara’ib al-Amshar wa ‘Aja’ib al-Asfar atau persembahan mengenai kota-kota asing dan perjalanan yang mengagumkan.

Hingga kini, nama Ibnu Batutah sangat terkenal tak hanya di kalangan Muslimin, tapi juga sejarawan barat. Ia merupakan salah satu cendekiawan Muslim di abad ke-14. Ia telah memberikan banyak pengetahuan dan pelajaran bagi Muslimin sepanjang zaman melalui perjalanannya tersebut.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

five × three =