Desakan Taliban Terhadap Negara-Negara Muslim

 Desakan Taliban Terhadap Negara-Negara Muslim

Desakan Taliban Terhadap Negara-Negara Muslim (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Teheran – Perdana Menteri Taliban menyerukan negara-negara Muslim untuk menjadi yang pertama secara resmi mengakui pemerintahan kelompok tersebut.

“Saya menyerukan kepada negara-negara Muslim untuk memimpin dan mengakui kami secara resmi. Kemudian saya berharap kami dapat berkembang dengan cepat,” kata Mohammad Hassan Akhund. Ia mengatakannya dalam konferensi di Kabul yang diadakan untuk mengatasi kesengsaraan ekonomi besar-besaran di negara itu, Rabu (19/1/2022).

“Kami tidak menginginkannya untuk pejabat. Kami menginginkannya untuk publik kami,” katanya. Seraya menambahkan bahwa Taliban telah memenuhi semua persyaratan yang diperlukan dengan memulihkan perdamaian dan keamanan.

Afghanistan berada dalam cengkeraman bencana kemanusiaan, diperparah oleh pengambilalihan Taliban pada Agustus yang mendorong negara-negara Barat. Untuk membekukan bantuan internasional dan akses ke aset bernilai miliaran dolar yang disimpan di luar negeri.

Negara itu hampir seluruhnya bergantung pada bantuan asing di bawah pemerintah yang didukung Barat sebelumnya. Akan tetapi pekerjaan telah mengering dan sebagian besar pegawai negeri belum dibayar selama berbulan-bulan.

Peningkatan Kemiskinan yang Mengancam

Pada hari Rabu, Organisasi Buruh Internasional mengatakan setengah juta orang Afghanistan kehilangan pekerjaan mereka pada kuartal ketiga tahun 2021. Hal ini diperkirakan akan meningkat menjadi 900.000 pada pertengahan tahun ini – dengan perempuan yang terpengaruh secara tidak proporsional.

Dengan semakin dalamnya kemiskinan dan kekeringan yang menghancurkan pertanian di banyak daerah. PBB telah memperingatkan bahwa setengah dari 38 juta penduduk menghadapi kekurangan pangan.

Dewan Keamanan PBB bulan lalu dengan suara bulat mengadopsi sebuah resolusi. Untuk mengizinkan beberapa bantuan mencapai warga Afghanistan yang putus asa tanpa melanggar sanksi internasional.

Tetapi ada seruan yang berkembang dari kelompok hak asasi dan organisasi bantuan bagi Barat. Untuk mengeluarkan lebih banyak dana – terutama di tengah musim dingin yang keras.

Tidak Akan Tunduk pada Kondisi

Wakil Perdana Menteri Taliban Abdul Salam Hanafi mengatakan pada konferensi hari Rabu. Ia mentakan bahwa pemerintah “tidak akan mengorbankan kemandirian ekonomi negara dengan tunduk pada kondisi para donor”.

Bulan lalu pertemuan 57 anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) menolak untuk secara resmi mengakui pemerintah. Menteri luar negeri Taliban pun dikeluarkan dari foto resmi yang diambil selama acara tersebut.

Akan tetapi OKI berjanji untuk bekerja dengan PBB untuk mencoba membuka ratusan juta dolar aset Afghanistan yang dibekukan. Sambil mendesak penguasa Taliban untuk mematuhi kewajiban internasional mengenai hak-hak perempuan.

Pakistan, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab adalah satu-satunya negara yang mengakui pemerintahan Taliban pertama. Setelah mereka berkuasa pada 1996 setelah perang saudara.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

1 × 5 =