Warning: sprintf(): Too few arguments in /home/u7096914/public_html/wp-content/plugins/wp-user-avatar/includes/class-wp-user-avatar-functions.php on line 668
Cancel Preloader

Demonstran di AS Bentuk Pagar Betis Jaga Rekan Muslim Salat Jamaah

 Demonstran di AS Bentuk Pagar Betis Jaga Rekan Muslim Salat Jamaah
Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Sebuah pemandangan langka terjadi di Amerika Serikat (AS). Dimana para demonstran yang menggelar aksi saat menuntut keadilan atas kematian George Flyod melakukan salat berjamaah di lokasi demo.

Menariknya, saat rekan muslimnya menggelar salat berjamaah, para demonstran yang non muslim membentuk sebuah pagar betis secara melingkar. Mereka melindungi rekannya yang muslim dari gangguan aparat keamanan.

Pemandangan ini pun viral di media sosial. Setelah akun Twitter resmi milik MK Ultra News mengunggah video tersebut pada Jumat (5/6) kemarin.

Dalam unggahannya sebagaimana dikutip Hidayatuna.com, Sabtu (6/6/2020), MK Ultra News menulis, “Non-Muslim protestors surround Muslims at a NYC #BlackLivesMatter / #GeorgeFloyd protest to protect them from NYPD cops while they pray,” tulisnya yang disertai postingan video singkat.

Atau diartikan dalam bahasa Indonesia adalah ‚ÄúPara pemrotes non-Muslim mengelilingi Muslim di NYC #BlackLivesMatter / #GeorgeFloyd protes untuk melindungi mereka dari polisi NYPD saat mereka berdoa,” ungkap MK Ultra News diakun Twitter resminya @mkultranews.

Dalam video tersebut, saat berada di tengah ribuan massa di New York, sejumlah pendemo yang beragama Islam melaksanakan salat berjemaah. Mereka salat tepat di tengah jalan.

Peristiwa itu benar-benar menjadi pemandangan yang langka. Sebab dalam sejarah demonstrasi di negeri Paman Sam, pemandangan seperti itu belum pernah terjadi sebelimnya.

Menarik lagi, selama salat jamaah di jalanan berlangsung. Pendemo non-Muslim benar-benar menghentikan aktivitas mereka.

Saat berlangsungnya salat, tidak ada satu pun peserta massa aksi yang berorasi dan teriak-teriak, semua tampak benar-benar menghormati prosesi salat yang sedang digelar itu.

Sehingga suara imam mengkumandangkan kalimat Allahu Akbar terdengar dengan jelas.

Sebagai informasi, kasus kematian warga AS berkulit hitam di tangan polisi berkulit hitam menyulut kemarahan publik Amerika. Kasus rasisme mendapat kecaman banyak pihak. (AS, Hidayatuna.com)

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

two × three =