Darah Haid Berhenti Terlanjur Bersenggama, Ternyata Masih Keluar Haid

 Darah Haid Berhenti Terlanjur Bersenggama, Ternyata Masih Keluar Haid

Hati-hati dengan kata cerai (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Seorang istri mengira bahwa dirinya telah suci dari menstruasi karena darah haid berhenti lebih cepat. Kemudian bersenggama dengan sang suami, ternyata dia baru menyadari bahwa masih ada darah haid yang keluar.

Bagaimanakah hukum terlanjur bersenggama namun ternyata masih belum suci dari haid tersebut? Dar Al Ifta Mesir mengatakan, wanita tersebut dan suaminya diharuskan untuk meminta ampun dan taubat karena bersenggama saat masih menstruasi.

Lembaga fatwa Mesir tersebut melanjutkan, suami dan istrinya harus membayar denda atau kafarat. Ketetapan itu ada dalam hukum yang ditetapkan dalam fikih dan syariah, bahwa hubungan seksual dengan istri yang sedang menstruasi itu tidak diperbolehkan.  

Adapun jumlah denda yang harus dibayarkan menurut Madzhab Syafii, jika hubungan itu dilakukan pada masa awal haid dikenai denda masing-masing satu dinar. Jika dilakukan pada pertengahan-akhir haid, maka denda dikenakan sebanyak seperlima dinar.

Jumlah Denda yang Harus Dibayar

Pendapat di atas didukung ulama dari Madzhab Hanafi. Tetapi, mazhab Hanafi berpendapat bahwa denda tersebut hanya diwajibkan atas suami dan tidak kepada istri karena larangan itu ditujukan pada suami.

Pendapat-pendapat di atas berdasarkan pada hadis berikut:   

عنِ ابنِ عبَّاسٍ رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: في الذي يأتي امرأته وهي حائض قالَ إذا أصابَها في الدَّمِ فدينارٌ وإذا أصابَها في انقطاعِ الدَّمِ فنصفُ دينارٍ  

“Seorang laki-laki menjima istrinya yang sedang haid, apabila itu dilakukan saat darah haid istrinya berwarna merah maka dikenai denda satu dinar. Sedangkan jika dilakukan saat darahnya sudah berwarna kekuningan, dendanya seperlima dinar.” (HR Abu Dawud)

Sedangkan ulama dari Mazhab Hanbali mengatakan bahwa, keduanya (suami-istri) dikenai denda masing-masing setengah dinar. Tanpa membedakan apakah itu dilakukan di awal, pertengahan, atau akhir masa haid.  

Mazhab Maliki berpendapat, tidak ada denda apa pun dalam perbuatan itu, baik atas si suami atau si istri. Satu dinar setara dengan emas 4,25 gram 21 karat.

Islam telah mengatur perkara rumah tangga dan wanita sedemikian sempurna dalam fikih bagi umatnya.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

seventeen + sixteen =