Dalil Anjuran Berbakti kepada Orangtua

 Dalil Anjuran Berbakti kepada Orangtua

Fatherless dan Budaya Patriarki yang Tak Pernah Kunjung Usai (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Terhadap orangtua, seorang anak dianjurkan untuk berbakti kepada kedua orangtua karena hal itu merupakan kewajiban seorang Muslim. Tak hanya dalam Alquran, Rasulullah bahkan menganjurkannya dalam sebuah hadis.

Memerdekakan orangtua yang diperbudak

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَجْزِي وَلَدٌ وَالِدًا إِلَّا أَنْ يَجِدَهُ مَمْلُوكًا فَيَشْتَرِيَهُ فَيُعْتِقَهُ

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Jarir dari Suhail. Dari Ayahnya dari Abu Hurairah dia berkata. “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang anak belum di anggap berbakti terhadap orangtuanya. Kecuali jika ia mendapati orangtuanya telah menjadi budak. Kemudian ia membelinya dan memerdekakannya.”

Memohon ampunan dosa kedua orangtua

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ عَبْدِ الْوَارِثِ عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْقِنْطَارُ اثْنَا عَشَرَ أَلْفَ أُوقِيَّةٍ كُلُّ أُوقِيَّةٍ خَيْرٌ مِمَّا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الرَّجُلَ لَتُرْفَعُ دَرَجَتُهُ فِي الْجَنَّةِ فَيَقُولُ أَنَّى هَذَا فَيُقَالُ بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah. Telah menceritakan kepada kami Abdush Shamad bin Abdul Warits dari Hammad bin Salamah. Dari ‘Ashim dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Satu Qinthar adalah dua belas ribu uqiyah, dan setiap satu uqiyah lebih baik dari pada apa yang ada di antara langit dan bumi.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda: “Sesungguhnya seseorang akan di angkat derajatnya di surga. Lalu orang tersebut akan bertanya. ‘Bagaimana ini bisa terjadi? ‘ lalu dijawab, ‘Karena anakmu telah memohonkan ampun untukmu’.”

Orangtua adalah pintu surga anak-anaknya

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ

سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوْ احْفَظْهُ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin As Shabbah. Telah menceritakan kepada kami Sufyan bin ‘Uyainah dari ‘Atha dari Abu Abdurrahman dari Abu Ad Darda dia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orangtua ibarat penengah pintu-pintu surga, oleh karena itu (jika kamu mau) hilangkanlah ia atau jagalah ia baik-baik.”

Oleh karena itu hendaklah kita memuliakan orangtua tanpa keraguan apa pun. Sebab sesuai dalil anjuran berbakti kepada orangtua di atas, ada banyak keberkahan yang akan kita raih.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *