Tradisi

  • Photo of Menyambut Ramadhan, Mengenal Tradisi Cucurak Di  Bogor

    Menyambut Ramadhan, Mengenal Tradisi Cucurak Di Bogor

    HIDAYATUNA.COM – Banyak cara dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Salah satunya dengan menggelar tradisi cucurak, seperti yang dilakukan masyarakat Kabupaten…

    Read More »
  • Photo of Tradisi Tabuik Mengenang Cucunya Rasulullah Saw

    Tradisi Tabuik Mengenang Cucunya Rasulullah Saw

    HIDAYATUNA.COM – Tabuik atau dikenal juga dengan tabok merupakan salah satu tradisi masyarakat di Bengkulu untuk mengenang kisah kepahlawanan dan…

    Read More »
  • Photo of Ledug Suro, Tradisi Warga Magetan Menyambut Tahun Baru Hijriyah

    Ledug Suro, Tradisi Warga Magetan Menyambut Tahun Baru Hijriyah

    HIDAYATUNA.COM – Ledug Suro adalah Tradisi yang berasal dari kota Magetan, Jawa timur. Masyarakat menggelar tradidi ini untuk menyambut tahun…

    Read More »
  • Photo of Tradisi Sewelasan Di Ponpes Shibghotallah Jombang

    Tradisi Sewelasan Di Ponpes Shibghotallah Jombang

    Ponpes Shibghotallah Jombang memiliki tradisi yang unik, selama bertahun tahun tradisi ini dijadga dan terus di lestarikan.

    Read More »
  • Photo of Tradisi Pembuatan Cokbakal di Kabupaten Jombang

    Tradisi Pembuatan Cokbakal di Kabupaten Jombang

    Kepercayaan rakyat atau yang sering disebut takhayul adalah kepercayaan yang dianggap sederhana, dan tidak berdasarkan logika, sehingga secara ilmiah tidak…

    Read More »
  • Tradisi Pembuatan Cokbakal di Kabupaten Jombang

    Kepercayaan rakyat atau yang sering disebut takhayul adalahkepercayaan yang dianggap sederhana, dan tidak berdasarkanlogika, sehingga secara ilmiah tidak dapat dipertanggungjawabkan. Takhayul bukan saja mencakup kepercayaaan (belief), melainkan juga kelakuan (behafior), pengalaman-pengalaman(experiences), ada kalanya juga alat, dan biasanya juga ungkapanserta sajak.    Dalam adat Jawa, kita masih banyak menemukan berbagaikebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat khususnya masyarakatdi pedesaan. Latar belakang mengapa masyarakat yang sudahmodern masih percaya kepada kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh nenek moyang terdahulu sampai saat inidiantaranya dikarenakan cara berfikir mereka yang salah, kegemaran secara psikologis umat manusia untuk percaya kepadayang gaib-gaib, teori keadaan dapat hidup terus, perasaan ketidaktentuan akan tujuan-tujuan yang sangat didambakan, ketakutanakan hal-hal yang tidak normal atau penuh resiko dan takut akankematian, pemodernisasian takhayul, serta pengaruh kepercayaanbahwa tenaga gaib dapat tetap hidup berdampingan dengan ilmupengetahuan dan agama. Salah satu dari beberapa tradisi kepercayaan itu adalahpembuatan cokbakal. Di desa Wuluh kecamatan Kesambenkabupaten Jombang masih terdapat adat pembuatan cokbakal. Desa tersebut terletak didekat sungai Brantas dan jauh dari pusatkota Jombang yaitu sekitar 20 km. Kota Jombang terkenal akansebutan sebagai kota santri, hal itu dikarenakan banyaknyapondok pesantren yang berdiri di kota ini. Walaupun mayoritasmereka berasal dari latar belakang religius tetapi tradisi ini masihtetap dijadikan pegangan oleh beberapa masyarakat.  Arti dari kata cokbakal tidak diketahui secara pasti, karena secaratidak langsung masyarakat menyebut serangkaian sesaji itudengan sebutan cokbakal. Secara garis besar, pengertian cokbakalmerupakan serangkaian sesaji yang dibuat dan ditujukan kepadaroh nenek moyang dalam suatu acara tertentu yang bertujuan agar roh nenek moyang tersebut tidak mengganggu terselenggaranyasuatu acara. Dengan itu dapat dikatakan bahwa roh nenek moyangterdahulu meminta bagian dari adanya suatu acara denganpersembahan cokbakal yang ditujukan untuk dirinya.    Hal ini tidak jauh beda dengan pemberian tumbal yang diberikanoleh suatu kelompok masyarakat kepada roh nenek moyang, tapibedanya cokbakal ini tidak menggunakan makhluk hidup sebagaijaminannya seperti ayam, sapi, kerbau ataupun manusia, melainkan bahan-bahan makanan seperti beras, bumbu dapur dan lain-lain. Adanya tradisi pembuatan cokbakal ini bermula dari kisah SyekhSubakir yang kala itu sedang membuka hutan di pulau Jawa(babad tanah Jawi) guna dijadikan sebagai pemukiman. Keadaanpulau Jawa pada waktu itu sangat rawan karena banyaknyadhemit atau jin yang menghuni pulau Jawa. Makhluk gaib atauyang disebut dhemit adalah roh sakti yang mendiami tempat-tempat angker tertentu. Karena banyaknya dhemit yang mengganggu itu kemudian Syekh Subakir berinisiatif untukmembuat cokbakal. Syekh Subakir memulai membuatserangkaian sesaji itu dengan banyak macam bahan. Setelah sesajicokbakal tersebut selesai dibuat, Syekh Subakir meletakkannyaditengah-tengah hutan dan membacakan doa yang berisikanpermintaan Syekh Subakir agar beliau diberi kemudahan dalammembabat hutan. Dengan adanya cokbakal itu diharapkan dhemityang menghuni hutan di pulau Jawa dapat pergi dan tidakmengganggu pekerjaan Syekh Subakir kembali. Ternyata usaha beliau tersebut berhasil, berkat adanya cokbakalitu akhirnya dhemit yang menghuni pulau Jawa bisa pergi dan pindah ke tempat yang lebih luas yaitu di Segara Kidul. Untuk itusampai saat ini Segara Kidul tidak pernah dijamah oleh manusiakarena dipercaya terdapat banyak hal mistis yang dapatmengganggu keselamatan manusia.…

    Read More »
  • Photo of Makna Tumpeng  dalam Tradisi Jawa

    Makna Tumpeng dalam Tradisi Jawa

    Nasi tumpeng, atau banyak dikenal dengan istilah “tumpeng” saja, adalah sajian khas yang banyak dijumpai dalam berbagai acara perayaan atau…

    Read More »
  • Photo of Kesenian Para Wali dalam Menyebarkan Tradisi Islam

    Kesenian Para Wali dalam Menyebarkan Tradisi Islam

    Masyarakat jawa sudah akrab dengan ajaran religius, tata susila, basa krama, saba sita yang demikian kuat. Bahkan, dicirikan dengan semangat…

    Read More »
  • Photo of Islamisasi Kebudayaan, Gerakan Dakwah Walisongo

    Islamisasi Kebudayaan, Gerakan Dakwah Walisongo

    Dalam konteks kesejararahan, keberadaan Walisongo di satu sisi berkaitan erat dengan kedatangan muslim asal Champa yang ditandai kemunculan tokoh Sunan…

    Read More »
  • Photo of Dakwah Lewat Seni dan Budaya

    Dakwah Lewat Seni dan Budaya

    HIDAYATUNA.COM – Seni Pertunjukan yang potensial menjadi sarana komunikasi dan transformasi informasi kepada publik, terbukti dijadikan sarana dakwah yang efektif…

    Read More »
Back to top button
Close
Close