puisi

  • Photo of Cahaya Hati

    Cahaya Hati

    Ketika matahari mulai sembunyiAdzan maghrib menutup hariMengakhiri aktifitas hari iniPergi shalat tuk tenangkan hati Mengingat nikmat Allah hari iniSungguh banyak…

    Read More »
  • Photo of Puisi Selendang Sulaiman; Haji Sayuri

    Puisi Selendang Sulaiman; Haji Sayuri

    Haji Sayuri Haji Sayuri, sosok legendaris di kalangan kamiHumoris, murah senyum, dan begitu sederhanaKami pun tahu filosofi hidupnya yang sejatiSepulang…

    Read More »
  • Photo of Doa Hanya Menjadi Ritus Ala Kadarnya

    Doa Hanya Menjadi Ritus Ala Kadarnya

    Oleh: Ana Zakiyah Darajat Betapa hidup tinggal peduli Pada siapa yang menjegal Tanpa melihat yang tersunjam Sementara yang kuasa Tak…

    Read More »
  • Photo of Nasihat Ramadhan (Buat Mustofa Bisri)

    Nasihat Ramadhan (Buat Mustofa Bisri)

    Oleh: KH A Mustofa Bisri Mustofa, Jujurlah pada dirimu sendiri mengapa kau selalu mengatakan Ramadlan bulan ampunan apakah hanya menirukan…

    Read More »
  • Photo of Puisi Jusuf Kalla Di Tengah Wabah Corona

    Puisi Jusuf Kalla Di Tengah Wabah Corona

    Corona Virus Oleh: M Jusuf Kalla Semua bermula dari Wuhan Menyebar ke mana-mana tanpa pemberitahuan Melampaui batas negara dan jabatan…

    Read More »
  • Photo of Ibu Mana yang Tak Surga

    Ibu Mana yang Tak Surga

    Oleh: Abdullah Hadani*             :Kepada Ibu dan engkau yang akan menjadi Ibu Kepadamu Ibu Aku ingin bercerita perihal sejuk dan…

    Read More »
  • Photo of Kalau Kau Sibuk Kapan Kau Sempat

    Kalau Kau Sibuk Kapan Kau Sempat

    Oleh: KH A Mustofa Bisri Kalau kau sibuk berteori saja Kapan kau sempat menikmati mempraktekkan teori? Kalau kau sibuk menikmati…

    Read More »
  • Photo of Ibuku Mendaki Badai

    Ibuku Mendaki Badai

    Karya: Ebidah El Kholieqy Ibuku melahirkan seribu raja seribu maut memanah jantungnya tak habis-habis semerbak mawar di bibirnya ditaburi seladang…

    Read More »
  • Photo of Semesta Ibuku

    Semesta Ibuku

        Membicarakan ibuku adalah Membicarakan pagi yang telatahnya Tenang dan hangat, senyum ibuku Langit diujung hari yang menolak Warna selain jingga, pelupuk ibuku Tempat lintang-gemintang Menggantung pekat.   Pada ibuku kutemukan Kedalaman dan ketenangan yang Menampung benda-benda keruh Maupun jernih, ibuku tak pernah Pilih-pilih, ibuku adalah rumah Yang membuatku selalu ingin pulang Ibuku tak pernah merayakan hilang Tahun; ia bahkan tak ingat tanggal Berapa ia dilahirkan, atau memang Tak mau mengingatnya, tiada yang …

    Read More »
  • Photo of Untuk Diri Sendiri

    Untuk Diri Sendiri

    Aku mengubah sajak Untuk melipur diri sendiri Tanpa kata cinta dan rindu Di dalamnya. Sudah lama Aku tak menasihati sosok…

    Read More »
Back to top button
Close
Close