Cara Rasulullah Saat Mengajak Anak-Anak ke Masjid

 Cara Rasulullah Saat Mengajak Anak-Anak ke Masjid

Masjid sunah vs masjid bid’ah (Ilustrasi/Hidayatuna)

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Anak-anak yang ikut serta ke masjid atau majelis taklim kerap dianggap menganggu. Di sisi lain, jemaah menginginkan anak-anak tersebut akrab dengan masjid dan majelis taklim.

Anak-anak memang perlu akrab dengan masjid dan majelis taklim sehingga jemaah sangat memaklumi tingkah polah anak-anak itu. Seheboh apa pun polah tingkah mereka, pahami saja bahwa sedang masanya mereka demikian.

Sejak zaman Rasulullah Saw, perilaku anak ketika berada di masjid tidak berbeda jauh dengan zaman sekarang. Sama-sama masih suka bermain. Lalu bagaimana Rasulullah Saw menyikapi mereka ketika gaduh?

Abu Qatadah radhiyallahu anhu menuturkan,

رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُصَلِّى لِلنَّاسِ وَأُمَامَةُ بِنْتُ أَبِى الْعَاصِ عَلَى عُنُقِهِ فَإِذَا سَجَدَ وَضَعَهَا

“Aku melihat Rasulullah Saw mengimami salat sambil menggendong cucunya; Umamah binti Abi al-‘Ash di pundaknya. Bila beliau akan sujud, maka anak tersebut diturunkannya” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ternyata Rasulullah Saw pun membawa serta cucunya sejak kecil ke masjid. Namun beliau tidak lantas lepas tangan, beliau bertanggung jawab atas tingkah sang cucu saat di masjid. Rasulullah Saw memegangi hingga menggendong cucunya, agar tidak mengganggu jemaah yang lainnya.

Inilah yang seharusnya dilakukan para orangtua. Anda dapat mencontoh apa yang Rasulullah lakukan.

Sebagai orang yang lebih dewasa, Anda harus memberikan pengertian kepada anak sebagai salah satu proses pendidikan. Proses ini mungkin tidak akan mudah, perlu kelembutan dan kesabaran sehingga anak tidak kapok untuk berangkat ke masjid atau majlis taklim.

Di waktu yang sama, keberadaan mereka juga tidak membuat jamaah lain terganggu. Ingat, maslahat orang banyak harus diprioritaskan ketimbang maslahat pribadi.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

17 − three =