Cara Mengajarkan Anak Senang Berzikir Sejak Dini

 Cara Mengajarkan Anak Senang Berzikir Sejak Dini

Bagaimana Sikap Orangtua Ketika Anak Meminta Izin untuk Bermain? (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Siapa yang tidak ingin memiliki anak yang salih, senang berzikir setiap waktu sejak dini? Tentu hampir semua orangtua Muslim mengharapkan hal itu, akan tetapi tidak hanya sekadar berharap melainkan juga mengajarkannya.

Anak harus dibiasakan sejak dini untuk senang berzikir, yaitu dengan mencontohkan dan mendampinginya. Mengapa harus berzikir? Sebab setiap orang yang beriman diperintahkan untuk berzikir kepada Allah SWT.

Hal ini sebagaimana firman Allah dalam surah Al Ahzab:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًاۙ  *وَّسَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا

“Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah (berdzikirlah) kepada Allah dengan mengingat-Nya sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” (QS. Al Ahzab ayat 41-42)

Pengurus Majelis Zawiyah ar Raudhah, Ustaz Azka Fuadi Abdillah Akbar menjelaskan agar orangtua mengajarkan zikir kepada anak-anak dengan salat jemaah. Sebab hakikatnya dalam salat, orangtua mengajarkan keluarganya berzikir.

Bila orangtua memiliki rutinitas yang padat pada siang hari, Ustadz Azka menyarankan agar mengupayakan berjemaah subuh dengan anak-anak.

“Orangtua yang mengajarkan dan mendidik keluarganya untuk menegakkannya (salat), maka ia telah mengajarkan keluarganya berdikir. Minimal mengajak keluarganya salat subuh berjemaah karena setelah itu mereka akan bekerja dan di luar rumah,” kata Ustaz Azka dikutip dari Republika.co.id, Kamis (15/6/2022).

Cara berikutnya, lanjut Ustaz Azka, orangtua dapat mengenalkan zikir ringan kepada anak-anaknya. Orangtua mengajarkan zikir dan membimbing anak untuk membaca kalimat-kalimat zikir pendek pada waktu-waktu tertentu, misalnya selesai salat.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

eighteen − eleven =