Cara Memuaskan Istri, Bolehkah Menggunakan Jari? Ini Hukumnya

 Cara Memuaskan Istri, Bolehkah Menggunakan Jari? Ini Hukumnya

Nafsu Laki-Laki Lebih Besar daripada Perempuan (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Yogyakarta – Cara suami memuaskan istri ketika jimak, dapat menjadi sumber kebahagiaan dalam rumah tangga. Hubungan seksual ini menjadi aktivitas ibadah yang berpahala besar, apalagi ketika keduanya sama-sama mengerti keinginan masing-masing.

Ada banyak cara yang dapat dilakukan suami untuk memuaskan sang istri dalam melakukan jimak. Salah satunya yang kerap dilakukan ialah bermain dengan kelamin Istri menggunakan jari telunjuknya sampai istrinya klimak atau puas.

Lantas, bolehkah memuaskan istri dengan cara tersebut dan berdosakah atau tidak ketika suami sedang malas berjimak? Dalam ilmu fiqih pernikahan, Islam memperbolehkan untuk suami memuaskan istri dengan cara seperti itu.

Lalu, apakah suami yang melakukan cara tersebut untuk memuaskan istrinya tetap diwajibkan untuk mandi wajib? Menurut Islam, suami tidak berkewajiban mandi selama tidak keluar mani. Hal itu tetap halal dilakukan selama sang istri dalam keadaan suci atau tidak sedang haid.

Cara Halal Suami Memuaskan Istri

As Syaikh Zainuddin Al Malibari menyebutkan di dalam Fathul Mu’in Juz 3 hlm. 340

( ﺗﺘﻤﺔ ‏) ﻳﺠﻮﺯ ﻟﻠﺰﻭﺝ ﻛﻞ ﺗﻤﺘﻊ ﻣﻨﻬﺎ ﺑﻤﺎ ﺳﻮﻯ ﺣﻠﻘﺔ ﺩﺑﺮﻫﺎ ﻭﻟﻮ ﺑﻤﺺ ﺑﻈﺮﻫﺎ

“Boleh bagi suami menikmati semua jenis aktivitas seks dari istrinya selain pada lingkaran duburnya. Meskipun dilakukan dengan menghisap klitorisnya.”

Imam As Syafii di dalam Al Umm menyebutkan :

ﻭَﻟَﻮْ ﻧَﺎﻝَ ﻣﻦ ﺍﻣْﺮَﺃَﺗِﻪِ ﻣﺎ ﺩُﻭﻥَ ﺃَﻥْ ﻳُﻐَﻴِّﺒَﻪُ ﻓﻲ ﻓَﺮْﺟِﻬَﺎ ﻭﻟﻢ ﻳُﻨْﺰِﻝْ ﻟﻢ ﻳُﻮﺟِﺐْ ﺫﻟﻚ ﻏُﺴْﻠًﺎ ﻭَﻟَﺎ ﻧُﻮﺟِﺐُ ﺍﻟْﻐُﺴْﻞَ ﺇﻟَّﺎ ﺃَﻥْ ﻳُﻐَﻴِّﺒَﻪُ ﻓﻲ ﺍﻟْﻔَﺮْﺝِ ﻧَﻔْﺴِﻪِ ﺃﻭ ﺍﻟﺪُّﺑُﺮِ ﻓَﺄَﻣَّﺎ ﺍﻟْﻔَﻢُ ﺃﻭ ﻏَﻴْﺮُ ﺫﻟﻚ ﻣﻦ ﺟَﺴَﺪِﻫَﺎ ﻓَﻠَﺎ ﻳُﻮﺝ ُﺏِ ﻏُﺴْﻠًﺎ ﺇﺫَﺍ ﻟﻢ ﻳُﻨْﺰِﻝْ

“Kalau seandainya sang suami menggauli istrinya tanpa membenamkan dzakarnya ke farji (kemaluan) istrinya dan ia tidak mengeluarkan air mani maka hal ini tidak mengharuskannya mandi (Janabah). Dan kami tidak mewajibkan mandi janabah kecuali jika ia memasukan dzakarnya ke kemaluan istrinya atau duburnya. Adapun mulut (istrinya) dan anggota tubuh istrinya yang lainnya maka tidak mewajibkan mandi jika ia tidak mengeluarkan air mani.”

Segala aktivitas dalam rumah tangga tidak luput dari perhatian Islam, demikian halnya dengan berhubungan seksual dengan cara tersebut. Lantaran hal itu dinilai sebagai ibadah demi memuaskan sang istri dan mendapatkan mawwadah dan warahmah yang maksimal.

 

Sumber :

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *