Cara Manis Allah Tutupi Aib, Suami-Istri Tak Berselisih

 Cara Manis Allah Tutupi Aib, Suami-Istri Tak Berselisih

Hati-hati dengan kata cerai (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Memiliki rumah tangga yang harmonis tentunya menjadi impian setiap orang. Hubungan antara suami dan istri terjalin baik dan saling bekerjasama serta melindungi dalam mengarungi bahtera rumah tangga yang penuh lika-liku.

Realitanya, hidup tidak selamanya mulus. Selama hidup bersama tak mungkin tiada masalah yang muncul. Sekecil apa pun itu masalahnya.

Sebelum mengikatkan diri dalam janji suci, baik pihak suami maupun istri pasti memiliki masa lalu. Apalagi jika masa lalu tersebut begitu kelam sehingga membuat Anda ragu untuk menceritakannya pada pasangan.

Seringkali hal tersebut membuat Anda takut jika pasangan tidak bisa menerima dan pernikahan pun menjadi hancur. Padahal kalian sudah saling mencintai. Ini akan menjadi konflik batin tersendiri bagi Anda.

Meski begitu, Anda tidak seharusnya mengkhawatirkan akan aib yang dimiliki di masa lalu. Allah SWT akan selalu menjaganya dengan baik sehingga bisa menghindarkan dari adanya masalah yang terjadi di dalam rumah tangga.

Bercerita Aib Masa Lalu Pada Pasangan Bisa Memperkeruh Hubungan

Setiap orang memiliki aib masa lalu yang berbeda-beda. Ada yang pernah melakukan perbuatan zina, berselingkuh, dan sebagainya.

Apa jadinya jika Anda bercerita tentang aib tersebut pada pasangan? Bukankah yang namanya berumah tangga harus saling terbuka?

Inilah yang kemudian bisa menimbulkan dilema, harus bercerita atau tidak. Saat bercerita pun, maka hal ini berisiko akan merusak hubungan rumah tangga.

Lebih serius lagi bisa menimbulkan perceraian, Naudzubillah. Otomatis jalinan cinta yang selama ini dirangkai berdua, akan rusak begitu saja hanya karena masa lalu yang terungkap.

Suami-Istri Tidak Perlu Menjelaskan Masa Lalunya

Sebagaimana hadis riwayat Bukhari, Rasulullah saw bersabda:

“Seluruh umatku mu’afa (dimaafkan dosanya), kecuali orang yang melakukan dengan terang-terangan. Dan sesungguhnya termasuk melakukan dengan terang-terangan yaitu, seseorang melakukan sesuatu perbuatan (kemaksiatan) pada waktu malam. Lalu dia masuk pada waktu pagi, kemudian mengatakan: ‘Hai, Fulan! Kemarin malam aku telah melakukan demikian dan demikian’. Dia telah melewati malamnya dengan ditutupi (kemaksiatannya) oleh Rabb-nya (Penguasanya Allah). Dan dia masuk pada waktu pagi menyingkapkan tirai Allah darinya.”

Melalui hadis tersebut diketahui terdapat kata “mu’afa”, seperti dikutip dalam Almanhaj ada dua pendapat ulama yang menjelaskan tentang kata tersebut. Pertama, dalam arti dimaafkan dosanya oleh Allah yakni setiap orang dari umat ini akan dimaafkan dosanya dan tidak akan mendapatkan siksa. Kecuali orang-orang yang fasik dan terang-terangan telah melakukan kemaksiatan.

Sedangkan yang kedua, setiap umat Islam tidaklah boleh digunjing, kecuali orang-orang yang terang-terangan telah melakukan kemaksiatan. Dengan begitu, baik istri maupun suami tidak perlu untuk membuka rahasia masa lalunya yang telah diperkirakan bisa merusak rumah tangganya.

Menurut Quraish Shihab, hal yang paling penting untuk Anda lakukan adalah menyesali perbuatan tersebut dan bertekad untuk tidak melakukannya lagi. Tidak lupa juga untuk memohon pada Allah SWT. agar dosa-dosa Anda bisa diampuni dan dijaga rahasia tersebut.

Allah SWT Menjaga Aib Hambanya Dengan Sangat Baik

Allah SWT menunjukkan rasa sayang pada setiap hambanya dengan cara menutupi aib dari hambanya. Hal ini sudah barang tentu menjadi kenikamatan tersendiri yang diberikan Allah SWT kepada kita.

Allah SWT. juga sudah berjanji akan menutupi aib itu agar tidak tersebar, baik di dunia maupun di akhirat. Asalkan kita selalu bertaubat pada Allah SWT. Sebagaimana hadis riwayat Tirmidzi:

“Setiap manusia banyak berbuat salah. Dan sebaik-baik dari orang-orang banyak berbuat salah adalah orang-orang yang banyak bertaubat.”

Jadi, suami tidak berhak untuk menanyakan masa lalu istrinya. Begitu pun istri juga tidak wajib untuk menjawabnya.

Biarkanlah masa lalu tersebut dan tidak perlu diungkit-ungkit. Mantapkan hati untuk bertaubat dan berbenah diri serta berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Dengan begitu, rumah tangga pun diharapkan akan tetap harmonis.

Widya Resti Oktaviana

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

five + 18 =