Capres AS ini ingin Sekolah di AS Perbanyak Pelajaran Islam

 Capres AS ini ingin Sekolah di AS Perbanyak Pelajaran Islam

Capres AS ini ingin sekolah di AS Perbanyak Pelajaran Islam

HIDAYATUNA.COM, New York – Sebut Islam sebagai agama agung, capres AS Joe Biden ingin kedepannya nanti sekolah-sekolah di negeri Paman Sam memperbanyak pelajaran Islam.

Di hadapan para peserta kampanye “Million Muslim Votes” beberapa waktu lalu, politisi dari Partai Demokrat ini sempat juga mengutip sebuah hadi Nabi Muhammad. Ia menyebut Islam adalah agama yang agung.

“Sebuah hadis dari Nabi Muhammad memerintahkan; ‘Siapa pun di antara Anda melihat kesalahan, biarkan dia mengubahnya dengan tangannya’,” kata Biden mengutip dalil tersebut. “‘Jika dia tidak mampu, maka dengan lidahnya. Jika dia tidak bisa, maka dengan hatinya’,” kata Joe Biden mengutip hadis Nabi Muhammad.

Ia menjelaskan bahwa saat ini sejumlah kebutuhan komunitas Muslim-Amerika di AS masih sangat memprihatinkan. Untuk itu dirinya mengaku akan memperjuangkan nasib kelompok muslim di AS jika kelak terpilih sebagai presiden.

Termasuk adalah membanyak pelajaran tentan Islam di seluruh sekolah-sekolah di Amerika. Mantan wakil presiden era Barack Obama itu mengatakan salah satu fokus dia nanti adalah memperjuangkan agar pelajaran tentang Islam bisa masuk ke kurikulum sekolah.

“Satu hal yang saya pikir penting, saya berharap kami mengajar lebih banyak di sekolah kami tentang iman Islam,” kata Joe Biden.

Pada kesempatan itu, ia juga mengkritik sejumlah kebijakan Donald Trump selama ini yang disebutnya hanya menumbuhkan rasa saling benci antar sesama.

Pernyataan Joe Biden ini muncul setelah beberapa pemimpin Muslim terkemuka di negeri Paman Sam tersebut telah memberikan dukungan penuh kepada dirinya untuk maju menjadi calon presiden AS mendatang.

Capres berusia 77 tahun ini berjanji akan mencabut larangan bepergian (travel ban) yang sudah tiga tahun diberlakukan pemerintahan Trump. Biden akan mencabut larangan itu terutama yang menargetkan negara-negara mayoritas Muslim. Dia menyebut kebijakan Trump itu sebagai tindakan keji.

“Jika saya mendapat kehormatan menjadi presiden, saya akan mengakhiri larangan (bepergian) Muslim pada hari pertama, hari pertama,” katanya.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

five × four =