Cak Nun: Hidup Itu Harus Serba Disyukuri

 Cak Nun: Hidup Itu Harus Serba Disyukuri

Ilmu Riyadhoh Cak Nun Agar Menjadi Pribadi yang Hebat dan Tangguh (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Cendekiawan dan budayawan Muslim, Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) mengingatkan kepada siapapun untuk senantiasa mensyukuri hidup. Menurutnya, kunci menikmati hidup adalah dengan mensyukurinya.

Dalam kondisi apapun, entah saat dalam kesusahan apalagi saat bahagia, seseorang harus tetap selalu bersyukur.

Sebaliknya, Cak Nun mengingatkan kepada siapapun agar tidak mengedepankan sikap suudzon (berburuk sangka).

Misalnya saat dagangan sepi pembeli, seseorang tersebut sebaiknya jangan berprasangka buruk. Menurut Cak Nun, bisa jadi sepinya pembeli adalah bentuk lain dari rezeki yang berbeda.

“Jangan suudzon kepada apa-apa yang kalian gak suka. Misalnya, wah kok sepi (pembeli) ya, terus suudzon. Mungkin sepi itu, bentuk rezeki yang berbeda, daripada ramai,” ungkap Cak Nun dalam video yang diunggah akun Instagram @ngajikyaikita.

Dengan kata lain, mungkin maksud dari sepi pembeli itu tujuannya agar kita diberi waktu istirahat, supaya tubuh tidak kecapekan. Karena kalau kecapekan membuat kesehatan menurun.

“Kalau orang sehat itu diuji oleh kelalaian dan kesombongan. Jadi, bersyukur terus,” jelasnya.

Cak Nun kemudian memberikan contoh lain, ketika salah satu ban mobil kita pecah, maka menurut Cak Nun tetap harus bersyukur, sebab yang pecah cuma satu, bukan dua.

“Kalau pun ternyata yang pecah dua-duanya, ya alhamdulillah gak semuanya. Setelah itu ternyata pecah semua, ya tetap alhamdulillah, karena as roda mobilnya gak patah. Setelah itu as rodanya patah, yang alhamdulillah bukan punggungnya yang patah,” tandasnya. []

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *