KajianWawasan Islam

Bukan Bulan Sial, Ini Penjelasan Makna Shafar

HIDAYATUNA.COM – Bulan safar adalah bulan setelah Muharram. Sebagian orang masih beranggapan sebagai ‘bulan sial’. Ini penjelasan makna safar.

Beberapa masyarakat meyakini bahwa bulan safar membawa bala atau musibah. Ini berakar dari pemikiran Arab jahiliyah jaman dulu.

Keyakinan yang salah terhadap bulan safar itu membuat masyarakat dulu melarang kegiatan apa saja.

Mereka khawatir jika kegiatan seperti bepergian atau menggelar pesta pernikahan mendatangkan sial.

Allah Swt. sendiri menciptkan 12 bulan dalam kalender Hijriyah dengan sebaik-baiknya. Todak ada bulan sial di dalamnya.

Kalaupun ada musibah yang datang, maka itu merupakan ujian dari Allah Swt. Allah Swt. berfirman,

قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

“Katakanlah: Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami.

Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal”. (QS. At-Taubah: 51)

Menurut bahasa, safar bermakna kosong. Dahulu orang-orang Arab jahiliyah meninggalkan tempat tinggal mereka untuk berperang.

Dikutip daari Republika.co.id, ada pula anggapan orang Arab jahiliyah yang memaknai safar sebagai penyakit yang ada di dalam perut.

Mereka berpendapat penyakit itu akibat dari bersarangnya sejenis ulat besar yang berbahaya.

Sementara itu pendapat lainnya mengatakan, safar adalah sejenis angin berhawa panas.

Safar dalam makna orang Arab jahiliyah ini ialah angin yang dapat menyerang perut dan menyebabkan penyakit.

Di jaman kehidupan Arab jahiliyah, orang-orang menggunakan bulan safar untuk meramal.

Malik ra mengungkapkan bahwa, penduduk jahiliyah meramal nasib dengan safar.

Kebiasaan itu ditolak oleh Nabi Muhammad Saw. Menganggap bulan safar membawa sial adalah salah satu jenis tathayyur yang terlarang.

Baca Juga :  Pengertian dan Perbedaan Pandangan tentang Nasikh Mansukh

Perbuatan tathayyur atau menganggap sesuatu membawa sial adalah hal yang dilarang Allah Swt. Ini merupakan kebiasaan orang-orang jahiliyah.

Inilah penjelasan makna bulan safar. Bulan safar bukan ‘bulan sial’.

Menyambut 1 Safar 1442 Hijriyah, mari isi bulan ini dengan aktivitas yang baik.

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close