Cancel Preloader

Bolehkah Numpang Men-charger Hp di Masjid?

 Bolehkah Numpang Men-charger Hp di Masjid?

Ilustrasi/Hidayatuna

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Handphone atau Hp sudah menjadi kebutuhan bagi sebagian besar manusia dalam hidupnya. Seringkali merasa hampa ketika Hp tertinggal di rumah atau di kantor, dan sebagainya.

Mengingat saat ini Hp sudah menjadi alat komunikasi jarak jauh yang utama dengan pasangan, keluarga, teman, dan rekan kerja. Tak hanya itu, kadang kerap kali kita juga mendapat kenalan baru melalui Hp.

Tak heran jika di mana-mana kita tidak bisa lepas dari Hp, sekali pun di masjid. Terkadang musafir atau mahasiswa, karyawan, dan masyarakat umum kerap memanfaatkan stop kontak listrik yang tersedia untuk mengisi daya baterai (men-charger). Agar Hp-nya bisa digunakan.

Apalagi jika dalam keadaan darurat atau mendadak sehingga khawatir mengganggu aktivitas lain. Lalu jika kita men-charger Hp di masjid, kemudian ditinggal salat, bagaimana hukumnya?

Atau pun, saat kita secara sengaja datang ke masjid hanya untuk meng-charger Hp karena cuma masjid-lah tempat yang memungkinkan. Apakah diperbolehkan atau sama dengan mencuri?

Men-charger daya baterai Hp di masjid menurut hukum fikih tidak diperbolehkan (Gerbang Fikih, 2019, hal. 141). Hal tersebut dikarenakan tidak sesuai dengan pengalokasian listrik masjid secara umum.

Seperti yang kita tahu, masjid dalam pengalokasian listrik memiliki tujuannya masing-masing. Kita tidak boleh semena-mena menyalahgunakannya. Meski demikian, kami belum menemukan hukum fikih mengenai men-charger Hp atas izin takmir atau pengurusnya.

Namun yang perlu diingat, meminta izin adalah adab. Setidaknya itu menunjukkan bahwa kita tidak semena-mena menggunakan apa yang bukan milik kita.

Jika keadaan darurat dan kita diharuskan menghubungi seseorang dengan Hp, sementara baterai mati dan hanya ada masjid. Barangkali kita bisa mendatangi pengurus masjid lebih dulu sehingga bisa mendapatkan yang sesuai. Wallahu’Alam bi Showab.

 

Referensi :

Tim Taslim. 2019. Gerbang Fikih: Rumusan Fikih Sistematis – Kasuistik. Kediri: Lirboyo Press x Lawang Songo

Redaksi

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

4 + 18 =