Bolehkah Mengadobsi Boneka Arwah atau Spirit Doll?

 Bolehkah Mengadobsi Boneka Arwah atau Spirit Doll?

Masjid di Inggris, Ramai-Ramai Buat Gerakan Jumat Asuh (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Tren yang nyeleneh justru kerap digandrungi publik, seperti halnya artis mengadobsi boneka arwah (spirit doll). Dalam Islam, mengadobsi boneka yang diisi arwah tentu sangat bertentangan dengan ajaran agama karena sama halnya dengan memelihara jin di dalamnya.

Beberapa publik figur yang telah mengadobsi boneka arwah ini telah terang-terangan menunjukkan kepada publik. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad pun angkat bicara menanggapi fenomena ini.

Ia mengungkapkan bahwa sesuai kaidah ilmu sains, mustahil boneka itu dimasuki oleh arwah. Dilansir dari Bisnis.com, dirinya menganggap boneka arwah spirit dolls tidak sesuai dengan ilmu pengetahuan dan ilmu agama.

Menurut dia, soal arwah, dalam ajaran Islam sudah disimpan oleh Allah di alam barzah. Dengan begitu, arwah tidak bisa dipanggil-panggil atau tidak bisa dimintai pertolongan karena mereka sedang istirahat baik orang baik atau orang buruk.

Dadang Kahmad menilai ajaran Islam tidak memperbolehkan mengangkat boneka sebagai anak, kecuali, boneka tersebut sekadar sebagai mainan semata. Bagi kalangan umat Islam, Dadang berpesan agar segala sesuatu disandarkan kepada tauhid, yakni menyembah dan meminta kepada Allah Ta’ala semata.

“Tidak boleh meminta kepada selain Allah dalam hal kekayaan atau apa pun,” tegas Dadang.

Hukum Mengadobsi Spirit Doll

Adapun hukum spirit doll sendiri bisa beragam. Jika boneka disimpan sekadar untuk koleksi dan bermain saja, maka hal ini dinilai boleh (mubah).

Sekretaris Lembaga Dakwah Khusus (LDK) PP Muhammadiyah, Faozan Amar mengatakn sebaliknya, jika pemilik  spirit doll adalah umat Islam dan menganggap boneka itu bisa membawa madarat atau keberuntungan. Maka hal demikian menurutnya bisa masuk dalam kategori menciderai akidah tauhid.

Atas dasar itulah, maka hukum mubah menyimpan boneka berubah menjadi makruh dan bahkan berdosa untuk kasus umat Islam yang merawat boneka arwah spirit doll. Kenapa tidak mengadobsi anak ketimbang mengadobsi boneka arwah, bukan?

Sementara itu, Yahya Zainul Ma’arif atau Buya Yahya menegaskan hukum merawat boneka untuk orang dewasa tidak diperbolehkan. Dikutip dari Solopos, Buya Yahya juga menyebut bahwa membeli boneka menyerupai manusia atau binatang untuk mainan anak yang masih kecil termasuk khilaf.

Pengasuh Pesantren Al-Bahjah, Cirebon, Jawa Barat itu menegaskan arwah bayi atau anak kecil yang meninggal ditaruh ke sebuah boneka itu tidak ada. Pasalnya, manusia yang meninggal akan melewati beberapa tahapan setelah di alam dunia sehingga tidak ada arwah gentayangan. Mereka yang bergentayangan adalah jin jahat atau syaitan nir rajim terkutuk.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

two × 5 =