Cancel Preloader

Bintang Emon Difitnah, Apa Balasan untuk Pelakunya dalam Islam?

 Bintang Emon Difitnah, Apa Balasan untuk Pelakunya dalam Islam?
Digiqole ad


HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Komika Bintang Emon baru baru ini mendapat terpaan fitnah di dunia maya. Ia dituding memakai narkoba.

Isu Bintang Emon mengkonsumsi sabu-sabu ini mencuat setelah dirinya membuat video komedi sarkasme terhadap pelaku yang menteror aktivis korupsi Novel Baswedan.

Tak terima difitnah, Bintang pun kemudian mendatangi rumah sakit untuk menjalani test narkoba. Hasilnya ia dinyatakan negatif dari barang haram tersebut.

Melalui Instagram pribadinya @bingtangemon, Bintang mengunggah foto hasil pemeriksaan yang dikeluarkan Rusah Sakit Pondok Indah tertanggal 15 Juni 2020.

“Kalo nanti masih ada berita ditangkap karena narkoboy, lucu juga sih. Bintangemon negatif narkoba, positif kentang mustofa,” tulisnya.

Lantas bagaimana hukum Islam melihat kasus fitnah yang menimpa Bintang dan apa balasan yang setimpal bagi pelaku fitnah?

Dalam ajaran Islam, fitnah merupakan tindakan keji dan sangat dibenci oleh Allah SWT. Fitnah adalah terjemahan dari an-Namimah.

Perbuatan yang tercela seperti itu dilarang oleh Allah Swt dan orang yang membuat fitnah itu akan ditimpa azab yang amat pedih. Dalam surat al-Buruj ayat 10, Allah SWT berfirman;

“Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan fitnah kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang sangat pedih.”

Bahkan kedudukan dosa fitnah itu lebih besar disbanding dosa membunuh, Allah berfirman: “Berbuat fitnah lebih besar dosanya daripada membunuh.” (Q.S. Al-Baqarah: 217). Hal ini karena fitnah tindakan yang bisa berakibat fatal.

Bahkan Rasulullah mengkategorikan orang yang berbuat fitnah sebagai manusia paling buruk. Rasulullah bersabda: “Inginkah kalian aku beritahukan manusia terburuk diantara kalian?” Para sahabat menjawab, “Ya.” Beliau bersabda, “Yaitu orang-orang yang ke sana ke mari menyebar fitnah, yang memecah belah di antara orang yang saling mencintai dan meniupkan aib kepada orang-orang yang tidak berdosa/bersalah.” (HR. Ahmad).

Balasan untuk pelaku fitnah adalah disiksa di alam kubur. Suatu ketika Rasulullah melewati dua kuburan, lalu beliau bersabda: “Sesungguhnya keduanya saat ini sedang disiksa, dan keduanya tidak disiksa karena melakukan dosa besar. Adapun salah seorang dari keduanya, dulunya berjalan (kesana kemari) menebarkan fitnah. Sedangkan yang satunya tidak bersih selesai kencing.” (HR Bukhori dan muslim).

Redaksi

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

eighteen − four =