Beribadah Sembunyi-Sembunyi, Bolehkah?

 Beribadah Sembunyi-Sembunyi, Bolehkah?

Menggugat Penggunaan Atsar Sahabat tentang Tradisi (Ilustrasi/Hidayatuna)

 HIDAYATUNA.COM – Di masa kenabian Muhammad Saw, beribadah dan berdakwah secara sembunyi-sembunyi barangkali memang dibutuhkan. Namun kini, jauh meninggalkan zaman semasa Rasulullah hidup, bolehkan beribadah secara sembunyi-sembunyi?

Beribadah secara sembunyi ini umumnya dilakukan karena khawatir riya’. Komite Fatwa Akademi Riset Islam menjelaskan bahwa diperbolehkan bagi seseorang untuk beribadah sembunyi-sembunyi maupun di depan umum.

Hal ini berdasarkan apa yang disebutkan dalam Alquran dan Sunnah Nabi. Allah SWT berfirman:  

إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ 

“Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu.” (QS Al Baqarah ayat 271) 

Sementara itu, mantan Mufti Agung Mesir dan anggota Majelis Ulama Senior di Al-Azhar, Syekh Ali Jumah menjelaskan bahwa riya’ adalah salah satu perbuatan tercela yang harus dijauhi. Riya’ (ﺍﻟﺮﻳﺎﺀ) berasal dari kata ﺍﻟﺮﺅﻳﺔ /ru’yah, yang artinya menampakkan atau memperlihatkan suatu amal kebaikan kepada sesama manusia.

Allah SWT Melarang Riya’

Orang riya’, dikatakan Syekh Ali Jumah, bukan melakukan pekerjaan untuk Allah dan dia tidak tulus berniat kepada Allah SWT, melainkan berpaling kepada orang-orang. Sedangkan motif orang riya’ adalah ketenaran, kemuliaan, kebesaran, dan kesombongan.

Syekh Ali Jumah menurutkan, riya’ sangat dilarang Allah SWT. Dalam surat Al Maun, Allah SWT berfirman:    

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَۙ الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙ الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاۤءُوْنَ 

Artinya: “Maka celakalah orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya, yang berbuat riya.” Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga bersabda: 

إن أخوف ما أخاف عليكم الشرك الأصغر  

“Sesungguhnya perkara yang paling aku khawatirkan terhadap kalian adalah syirik kecil.” 

قالوا وما الشرك الأصغر يا رسول الله ؟  

Mereka bertanya, Apa itu syirik kecil itu wahai Rasuulullah?’ 

قال : الرياء 

Beliau menjawab, ‘Riya.’ 

. يقول الله تعالى يوم القيامة ، إذا جازى الناس بأعمالهم : اذهبوا إلى الذين كنتم تراءوا فى الدنيا فانظروا هل تجدون عندهم جزاء 

  

Allah berfirman pada Hari Kiamat ketika Dia membalas manusia dengan amal perbuatan mereka. Pergilah kalian kepada orang-orang di mana kalian melakukan riya’ untuk mereka di dunia, apakah kalian menemukan balasan dari mereka?”

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *