Cancel Preloader

Berbahaya! Ini Mom Shaming yang Sering Dialami Para Ibu

 Berbahaya! Ini Mom Shaming yang Sering Dialami Para Ibu

Ilustrasi/Hidayatuna

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Menjadi ibu adalah momen membahagiakan bagi setiap perempuan. Bagi pasangan yang sudah menikah, memiliki momongan tentu menjadi harapan yang sangat ditunggu-tunggu.

Meski untuk mendapatkan buah hati, setiap pasangan memiliki waktu yang berbeda-beda. Allah SWT akan memberikan anak kepada setiap pasangan jika memang dirasa sudah siap untuk dititipi.

Namun, saat sudah memiliki anak bukan berarti kita akan diliputi dengan rasa bahagia terus. Ada kondisi yang memaksa kita mengalami rasa gelisah dan tertekan, salah satunya saat para ibu ini mengalami mom shaming.

Dilansir dari Klik Dokter, mom shaming sendiri adalah perilaku mempermalukan ibu lainnya, seakan diri Anda lebih baik. Secara tidak sadar sebagian besar ibu pernah mengalami hal ini dan diri mereka merasa tidak nyaman mendapatkan perlakuan seperti itu.

Pada dasarnya, perbuatan mom shaming memang sangat melukai perasaan para ibu. Bahkan hal tersebut juga berpotensi menciderai mentalnya.

Seharusnya ibu tersebut mendapatkan support yang besar saat sedang merawat anaknya, tetapi justru diberi bully-an. Lalu, bentuk mom shaming seperti apa yang kerap didapatkan oleh para ibu?

ASI Tidak Bisa Keluar

Ibu yang baru melahirkan disarankan agar memberikan ASI kepada bayinya. Diketahui bersama bahwa ASI adalah asupan yang sangat penting bagi bayi karena mengandung gizi yang sangat lengkap di dalamnya.

Namun, tidak semua ibu yang baru melahirkan bisa langsung memberikan ASI-nya pada sang bayi. Ada juga yang ASI-nya tidak keluar dan hal ini membuat ibu benar-benar sedih.

Belum lagi jika ibu muda mengalami baby blues. Dalam kondisi ini, tidak seharusnya orang lain memberikan bully-an karena ASI yang tidak bisa keluar tersebut.

ASI yang tidak bisa keluar bisa disebabkan oleh banyak faktor. Seperti kelelahan setelah melahirkan, kondisi medis, efek samping obat-obatan, dan sebagainya.

Oleh karena itu, agar ibu tersebut tidak merasakan kesedihan yang berlarut-larut. Sebagai orang terdekat, berilah motivasi dan solusi dari masalah tersebut agar sang ibu pun tidak perlu khawatir.

Cara Menggendong Bayi yang Salah

Hal seperti ini biasanya dialami oleh para ibu dengan pengalaman pertama memiliki anak. Sebenarnya ini kondisi yang wajar karena Anda baru pertama kali melakukannya.

Anda membutuhkan kebiasaan dan pastinya bimbingan dari orang yang lebih berpengalaman. Bukan justru menjadikannya sebagai bahan ejekan karena cara menggendong yang salah.

Hanya karena Anda lebih senior atau lebih dulu mempunyai anak sehingga Anda merasa lebih tahu teknik-teknik yang benar menggendong anak. Akan lebih baik Anda turut membantu ibu baru ini daripada harus melontarkan ungkapan ejekan yang membuat ibu tersebut menjadi tidak percaya diri.

Anak Masih Kecil Tapi Sudah Ditinggal Kerja

Inilah mom shaming yang dialami oleh para perempuan karir yang memiliki anak kecil. Ini sebenarnya kondisi yang sangat dilema.

Di sisi lain Anda harus merawat anak, tetapi juga harus memenuhi tanggung jawab untuk bekerja. Bisa dibayangkan jika perempuan itu adalah single mom yang harus mencari nafkah untuk anaknya.

Atau seorang ibu yang sebelumnya memang sudah bekerja. Biasanya akan mendapatkan cuti melahirkan untuk beberapa waktu saja sehingga mau tidak mau harus segera memenuhi kembali kewajibannya untuk bekerja.

Dengan begitu, para ibu yang bekerja ini tidak bermaksud untuk meninggalkan anaknya yang masih kecil dan memilih untuk mengejar karir demi kepuasan diri sendiri. Tetapi mereka berjuang untuk bisa memenuhi segala kebutuhan dirinya dan juga anaknya.

Perbuatan mom shaming ini memang salah namun, bukan berarti Anda yang mengalaminya lalu harus membalas perbuatan tersebut. Sebab nantinya Anda bisa jadi tidak akan jauh berbeda dengan mereka yang melakukan mom shaming.

Jika Anda mendapatkan mom shaming, akan lebih baik jika Anda tetap fokus pada apa yang Anda kerjakan sekarang. Tidak bisa dipungkiri bahwa kondisi setiap ibu berbeda-beda.

Widya Resti Oktaviana

Widya Resti Oktaviana

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

14 − 12 =