Cancel Preloader

Bencana Alam, Pengingat Kita Untuk Kembali Bersahabat dengan Alam

 Bencana Alam, Pengingat Kita Untuk Kembali Bersahabat dengan Alam

Ilustrasi/Hidayatuna

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Belakangan ini, bencana banjir menimpa beberapa wilayah di Indonesia. Kita semua pastinya cukup prihatin dengan adanya musibah tersebut.

Jika kita amati bersama, dari tahun-tahun sebelumnya hingga sekarang. Wilayah yang tertimpa banjir sebagian adalah daerah yang memang setiap tahunnya seperti telah menjadi langganan bencana banjir.

Masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir tersebut, saat musim penghujan tiba, mereka harus siap jika sewaktu-waktu banjir menggenangi rumahnya. Lantas mengapa bencana banjir itu bisa terjadi dan berulang di wilayah yang sama?

Apakah dari sisi pemangku kebijakan, belum ada upaya untuk mengurangi risiko rawan banjir di wilayah tersebut? Bagaimana tata kelola kota/daerah tersebut?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, sebaiknya pemerintah atau pemangku kebijakan bisa menjawabnya secara ilmiah. Jangan sampai malah menyalahkan hujan, yang terkesan malah seperti jawaban “guyonan” semata.

Ya, minimal bisa-lah menjawab atau berbicara yang selevel dengan jabatan yang diembannya.

Penyebab Banjir

Ada beberapa faktor yang menjadikan banjir terjadi. Selain faktor alam, banjir juga bisa bisa terjadi akibat ulah manusia yang tidak ramah terhadap lingkungannya.

Dalam hal ini, kita harus lebih banyak introspeksi, baik itu secara personal ataupun komunal. Introspeksi personal bisa dimulai dengan mengajukan pertanyaan pada diri sendiri.

Misalnya bagaimana sikap kita selama ini dalam mengelola sampah? Sudah bijakkah kita mengelola sampah?

Jika dalam persampahan kita masih belum bisa bersikap bijak, mulai saat ini untuk memperbaikinya. Sebab problem sampah pun hingga saat ini, juga belum bisa terselesaikan.

Padahal problem sampah yang belum selesai itu menjadi salah satu penyebab terjadinya bencana banjir. Selanjutnya, introspeksi komunal dari para pemangku kebijakan yakni pemerintah, baik itu daerah maupun pusat.

Bagaimana tata kelola kota atau daerah, dalam hal mengurangi resiko banjir? Bagaimana dengan kebijakan-kebijakan yang dilakukan, apakah kebijakan pembangunan yang dilaksanakan sudah lebih banyak mempertimbangkan faktor lingkungan atau alam?

Apakah, penebangan hutan dengan dalih pembangunan sudah setara dengan penanaman tumbuhan atau pelestarian lingkungan? Atau malah sebaliknya?

Mari kita jawab dalam hati nurani masing-masing sekaligus kita renungkan bersama.

Bencana Alam dalam Alquran

Sebagai penegasan, supaya kita bisa sedikit meluangkan waktu untuk muhasabah diri, perihal bencana alam terjadi. Dalam firman Allah SWT dalam QS. Ar-Rum ayat 41, telah dijelaskan mengapa bencana alam itu bisa terjadi, yakni sebagai berikut:

ظَهَرَ الۡفَسَادُ فِى الۡبَرِّ وَالۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ اَيۡدِى النَّاسِ لِيُذِيۡقَهُمۡ بَعۡضَ الَّذِىۡ عَمِلُوۡا لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُوۡنَ

Artinya : Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka. Agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (Q.S. Ar-Rum : 41).

Dari ayat tersebut, kiranya kita bisa memahaminya, bahwa bencana alam yang terjadi tidak lain adalah sebagai pengingat kita untuk selalu memperbaiki perilaku kita. Baik itu perilaku terhadap sesama, ataupun terhadap ciptaanNya yang lain, seperti alam atau lingkungan ini.

Mengapa kita sebagai masyarakat Indonesia wajib menjaga alam Indonesia ini?

Kita hidup di Indonesia, udara yang kita hirup dalam kehidupan sehari-hari ini adalah udara Indonesia. Kita mencari nafkah, rezeki di tanah Indonesia.

Lantas masih pantaskah kita sebagai manusia yang lemah ini merusak ibu bumi pertiwi ini, hanya demi nafsu, perut dan keserakahan duniawi kita? Mari kita jaga Indonesia ini, mari kita bangun Indonesia ini dengan landasan membangun tanpa merusak kelestarian alam Indonesia.

Muhammad Iqbal Shukri

Muhammad Iqbal Shukri

Mahasiswa Tingkat Akhir Jurusan Perbankan Syariah UIN Walisongo Semarang

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

fourteen − 3 =