Benarkah Salawat Lebih Wajib daripada Salat?

 Benarkah Salawat Lebih Wajib daripada Salat?

Salawat Nabi (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Salawat kepada Nabi Saw membawa manfaat dan keberuntungan bagi seluruh manusia. Buya Razy mengatakan, berkah salawatlah yang turut mengesahkan pernikahan Nabi Adam As dengan Hawa, jika bukan karena salawat itu, kita tidak akan ada.

Tubuh ini ada, kata dia, juga karena berkah salawat kepadanya, Baginda Muhammad Saw. Maka di dalam tubuh ini dalam semua bagian tubuh ini ada percikan nur (baca, cahaya) Muhammad, tidak lebih itu.

“Tidak perlu berdongeng atau pun memakai dalil dari hadis palsu, kita hanya perlu mengingat kisah ini. Jika bukan karena dengan menyebut salawat kepada Muhammad Saw, maka tidaklah sah pernikahan kita dengan kakek dan nenek kita,” ujar Buya Razy.

Dengan salawat pula Malaikat Jibril bersujud kepada Nabi Adam karena dia melihat cahaya di dalam diri Nabi Adam. Di mana iblis, yang sudah disetarakan dengan malaikat-malaikat yang tinggi kedudukannya, kemudian jatuh karena kesombongannya.

Dia biasa berzikir, menyebut nama Allah SWT. yang Maha besar, yang Maha tinggi. Ketika diperintahkan untuk bersujud kepada Nabi Adam As dia tidak mau.

Padahal di dalam diri Nabi Adam ada cahaya Muhammad Saw. Cahaya ini juga diceritakan oleh Ibnu Katsir, murid Ibnu Taimiyah, tapi sayang sekali banyak dari pengikutnya yang hari ini tidak mempercayai hal ini.

Cahay inilah yang membuat alam semesta masih ada sampai saat ini. Para nabi semua mendapat cahaya dari Nabi Muhammad Saw. Allah berkata kepada Nabi Adam As, “Kalau bukanlah karena Muhammad, aku tidak ciptakan engkau.”

Maka, tiupan pertama Allah SWT. yang ditiupkan sebagai ruh itu, bernama Ahmad. Inilah yang oleh Nabi Muhammad Saw dikatakan, “Aku sudah diangkat menjadi nabi, di masa azali (zaman sebelum diciptakannya manusia).”

Saat itu, Nabi Adam As pun belum tercipta, inilah yang disebut dengan Ahmad.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

18 − 17 =