HIDAYATUNA.COM – “Kesabaran ada batasnya” adalah ungkapan yang benar, meskipun tidak sepenuhnya demikian. Ungkapan ini benar bila dikaitkan dengan hakikat manusia sebagai makhluk yang terbatas dalam segala sifatnya. Seorang pujangga pernah berkata “Aku akan bersabar sampai habis kesabaran”.

Namun demikian, perlu dicatat bahwa semakin bertakwa seseorang semakin besar dan semakin panjang pula kesabarannya sehingga yang bersangkutan dapat mencapai satu tingkat kesabaran yang bagaikan tidak terbatas. Lihatlah misalnya Nabi Ayyub AS, yang ditimpa berbagai macam cobaan dalam harta, keluarga dan dirinya sendiri. Akan tetapi semuanya itu beliau terima dengan lapang dada dan tidak mengeluh kecuali kepada Allah SWT sambil berkata bahwa cobaan itu adalah ulah atau gangguan setan (QS. Shad [38] : 41).

Sebaliknya, seseorang yang kurang atau tidak bertakwa akan hilang kesabarannya bila ditimpa sedikit bencana, sehingga jangankan kesabaran terbatas, sedikit kesabaran pun tidak dimilikinya. Kesabaran dapat ditumbukan sehingga mencapai suatu batas yang mendekati “tidak terbatas” antara lain dengan menyadari bahwa ujian atau petaka yang sedang dialami dapat terjadi dalam bentuk yang lebih besar.

Jika ini disadari, ketika itu muncul dari lubuk yang terdalam rasa syukur atas nikmat-nikmat lain yang selama ini diperoleh sehingga saat itu juga kesabaran bagikan tidak perlu diperankan lagi. Wallahu A’lam