Belum Tentu Rumput Tetangga Lebih Hijau

 Belum Tentu Rumput Tetangga Lebih Hijau

Rumput Tetangga

HIDAYATUNA.COM – Tidak jarang kita masih suka merasa iri dengan orang-orang yang sudah berhasil di sekitar kita. Melihat keberhasilan dan keunggulan orang lain berpotensi menurunkan rasa percaya diri serta membuat kita tampak menjadi manusia yang tidak berguna.

Kita tentu tidak asing lagi dengan pepatah yang mengatakan bahwa “Rumput tetangga lebih hijau”. Arti dari pepatah tersebut yakni apa yang dimiliki oleh orang lain lebih baik atau lebih indah daripada milik kita.

Namun, apakah rumput tetangga itu selalu lebih hijau? Sedangkan jika kita melihat kisah-kisah orang yang sukses, kebanyakan dari mereka mencapainya dengan kerja keras dan jatuh bangun. Bukan suatu usaha yang instan untuk bisa menjadi besar seperti saat ini.

Sebut saja Bob Sadino, pengusaha nyentrik yang dulunya tidaklah se-kaya seperti saat ini. Dulu ia pernah bekerja sebagai kuli bangunan hingga kemudian banting stir dengan berjualan telur ayam secara door to door.

Atas kerja kerasnya, Bob Sadino saat ini sukses memiliki beberapa bisnis, seperti Kem Chicks, Kem Foods, dan Kem Farms. Hingga wafatnya, masih banyak orang yang mengingat Bob Sodino secara jelas, terutama quote-quotenya yang menginspirasi.

Sadari Bahwa Setiap Orang Berjuang Masing-Masing

Ketika kita melihat orang lain atau orang terdekat lebih baik nasibnya, misalnya memiliki harta yang banyak atau pendidikan yang dicapai bisa sampai S2 bahkan S3. Maka biasanya yang dirasakan oleh mayoritas orang adalah merasa iri.

Seperti halnya saat Anda berpikiran, “Dia bisa beli apa aja karena dia orang kaya.” Atau “Dia lebih mudah dapat pekerjaan karena kuliahnya aja sampai S3.”

Dibalik pandangan-pandangan tersebut, coba ajak diri kita untuk merenung sejenak. Kita perlu berpikiran bahwa untuk mencapai segala sesuatu yang diharapkan tidaklah datang begitu saja, melainkan harus dengan kerja keras.

Namun proses untuk mencapai keberhasilan inilah yang tidak banyak diketahui orang. Sebagian besar orang hanya akan melihat puncaknya saja tanpa tahu bagaimana perjuangannya.

Sebagaimana firman-Nya di dalam Al-Quran surat Hud ayat 6:

Dan tidak ada satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di muka bumi melainkan semuanya telah dijamin rezekinya oleh Allah. Dia mengetahui tempat kediaman dan tempat penyimpanannya. Semua itu (tertulis) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).

Melalui ayat tersebut, kita bisa mengetahui bahwa rezeki setiap orang sudah diatur dan dijamin sebaik mungkin oleh Allah SWT. Jadi, kita tidak perlu khawatir rezeki tersbut akan hilang atau tertukar. Karena semua rezeki akan dibagikan secara adil oleh Allah SWT.

Kita tidak mengetahui, di balik orang yang kaya, dulunya ia bekerja sangat keras untuk mendapatkan kenikmatan seperti saat sekarang ini. Bisa jadi karena sibuk mencari nafkah, orang tua itu melewatkan hari-hari bersama dengan anak-anaknya.

Jadi, kita harus melihat dari sudut pandang yang berbeda. Bukan hanya dilihat dari tampilan luarnya saja. Perlu disadari bahwa setiap orang memiliki perjuangan yang berbeda-beda untuk mencapai hal yang diinginkannya.

Meningkatkan Rasa Syukur Pada Allah SWT

Apa yang kita miliki saat ini, hal tersebut tentulah karena campur tangan Allah SWT di dalamnya. Kita tidak bisa meraih sesuatu yang diharapkan tanpa seizin Allah SWT.

Cobalah untuk mengingat kembali seberapa banyak nikmat yang sudah Allah SWT berikan kepada kita. Misalnya saja ketika sedang bekerja. Kita akan melontarkan keluhan-keluhan ketika diberikan tugas-tugas yang lumayan banyak.

Jika kita melihat di sekitar, masih banyak orang-orang yang sulit mencari pekerjaan. Hal ini akan menyadarkan kita untuk bersyukur karena sudah memiliki pekerjaan. Dengan begitu, hadapilah dan kerjakanlah setiap pekerjaan tanpa harus memberikan keluhan yang berlebih.

Bahkan Allah SWT sudah berjanji untuk menambah nikmat kita ketika kita bisa bersyukur. Sebagaimana firman-Nya di dalam surat Ibrahim ayat 7.

Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan nikmat-Ku kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangatlah pedih.

Dengan selalu bersyukur, hal ini mampu untuk bisa meminimalisir peluang kita merasa iri terhadap orang lain. Sebab kita sendiri sudah merasa cukup dengan apa yang dimiliki, tanpa harus melirik milik orang lain.

Apa yang kita pikirkan selama ini bahwa rumput tetangga selalu hijau, namun pada kenyataannya tidaklah sehijau itu. Di balik hijaunya daun, kita tidak tahu seberapa banyak angin yang sudah mengguncangnya dan ia tetap bisa bertahan. Setiap orang membutuhkan perjuangan yang tidak mudah untuk mencapai keberhasilannya.

Jadilah hamba yang selalu bersyukur kepada Allah SWT. agar membuat hati tidak diliputi rasa cemas dan iri saat melihat keberhasilan orang lain di dekat kita.

Widya Resti Oktaviana

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

19 − eleven =