Warning: sprintf(): Too few arguments in /home/u7096914/public_html/wp-content/plugins/wp-user-avatar/includes/class-wp-user-avatar-functions.php on line 668
Cancel Preloader

Begini Hukumnya Orang yang Suka Cari Kesalahan Orang Lain

 Begini Hukumnya Orang yang Suka Cari Kesalahan Orang Lain

Hukum Orang yang Suka Cari Kesalahan Orang Lain

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM – Manusia diciptakan Allah SWT sebagai makhluk yang memiliki akal. Namun bukan berarti dalam menjalani kehidupan, manusia akan seratus persen diliputi dengan kebenaran saja.

Ada kalanya manusia juga berbuat kesalahan. Hal ini wajar adanya karena manusia bukanlah makhluk sempurna. Kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT semata.

Kita menyadari bersama bahwa setiap orang termasuk kita sendiri pasti memiliki aib yang tidak ingin orang lain mengetahuinya. Cukup disimpan secara pribadi saja.

Tetapi pada kenyataannya rasa penasaran manusia terkadang begitu tinggi sehingga membuat sebagian orang merasa ingin sekali untuk mencari tahu kesalahan orang lain.

Entah apa yang menjadi motifnya ketika kesalahan orang lain sudah berhasil diketahui. Apakah akan memberikan keuntungan atau hanya sebagai bahan cerita semata demi menghebohkan suatu pembicaraan yang seiring berjalannya waktu akan semakin menyebar.

Mencari kesalahan orang lain ini pun selain dilakukan secara sadar, ada juga yang melakukannya tanpa disadari. Inilah yang harus menjadi perhatian setiap orang dalam bersikap setiap harinya agar selalu berhati-hati.

Mencari Kesalahan Orang Lain Sama Saja Mencari Musuh

Kesalahan yang dilakukan oleh seseorang tidak seharusnya menjadi urusan kita. Apalagi jika kita sampai mengorek-orek kesalahan orang tersebut yang tidak ada sangkut pautnya dengan kita. Inilah yang nantinya berpotensi untuk memunculkan konflik lain.

Di mana akan menyebabkan retaknya sebuah hubungan persaudaraan hingga yang paling serius adalah menimbulkan permusuhan. Begitu besarnya dampak dari mencari kesalahan orang lain. Apalagi di dalam Islam sendiri selalu mengajarkan perdamaian.

Sebagaimana firman Allah SWT di dalam Al-Quran surat Al-Anfal ayat 61 yang artinya:

Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Melalui ayat tersebut begitu jelas bahwa di dalam hidup ini kita haruslah selalu menjunjung tinggi perdamaian dan sebisa mungkin menjauhi konflik yang bisa terjadi dari arah mana saja. Termasuk dengan cara mencari kesalahan orang lain.

Hukum Mencari Kesalahan Orang Lain

Islam sangatlah menentang dalam usaha mencari kesalahan orang lain. Bahkan larangan keras tersebut telah disampaikan Nabi saw melalui sabdanya:

Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.

Seseorang yang mencari keburukan orang lain mengindikasikan bahwa orang tersebut memiliki keterbatasan dalam memandang orang tersebut. Yang mana ia hanya melihat dari sudut pandang negatif dan nantinya hanya akan memunculkan kebencian. Sehingga, ketika ia sudah berhasil mendapatkan informasi akan keburukan orang itu, maka rasa puaslah yang dirasakan.

Islam juga memberikan ancaman yang sangat keras pada orang yang mencari kejelekan orang lain. Hal ini berdasarkan kepada hadis riwayat Bukhari, Nabi saw bersabda:

Barangsiapa berusaha mendengarkan pembicaraan orang-orang lain, sedangkan mereka tidak suka (didengarkan), atau mereka menjauh darinya, maka pada telinganya akan dituangkan cairan tembaga pada hari kiamat.

Hidup ini akan terasa lebih tenang dan nyaman tanpa harus menyibukkan diri kita dengan mencari-cari keburukan orang lain. Sedangkan kita sendiri juga memiliki keburukan yang bisa saja tanpa disadari bahkan lebih buruk. Akan lebih baik jika kita mengintrospeksi diri sendiri dan berusaha untuk memperbaikinya.

Memupuk rasa perdamaian sudah sepatutnya dilakukan oleh setiap orang. Karena hal inilah yang akan membuat hidup kita jauh dari rasa dendam dan benci yang menjadi sumber penyakit hati.

Widya Resti Oktaviana

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

one × three =