Cancel Preloader

BBC Mendapat Kecaman Usai Wawancara Tokoh Muslim Inggris

 BBC Mendapat Kecaman Usai Wawancara Tokoh Muslim Inggris

Ilustrasi/Hidayatuna

Digiqole ad

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Perusahaan kantor berita BBC mendapat kecaman keras dari publik Inggris. Hal ini didapat seusai melakukan wawancara dengan Sekjen Dewan Muslim Inggris (MCB) Zara Mohammed.

Dalam wawancaranya, presenter BBC dinilai dengan sengaja memancing permusuhan. Ia dinilai telah memberikan stereotip berbahaya tentang muslim.

Atas tindakannya itu sejumlah kecaman dan seruan ditujukan kepada BBC. Seluruh jajaran kru, mulai dari penyiar, tim editorial dan produksi acara didiversifikasi.

Kecaman dilayangkan dalam surat terbuka yang ditandatangani oleh lebih dari 100 tokoh masyarakat pada Rabu (18/2) kemarin. Adapun sejumlah tokoh yang terlibat menandatangani surat terbuka tersebut ialah anggota parlemen Inggris dan Sayeeda Warsi. Ada juga Diane Abbot dan Naz Shah serta komedian Deborah Frances-White.

BBC dituduh dengan secara sengaja menghidupkan kembali stereotip berbahaya. Tidak hanya itu, bahkan merusak tentang perempuan Muslim Inggris dan citra Islam pada umumnya.

Tim BBC Kurang ‘Melek Agama’

Saat diwawancarai oleh program Woman Hour BBC Radio 4 (04/02) dengan dipandu presenter Emma Barnett. Zara berulang kali ditanyai tentang berapa banyak imam wanita yang ada di Inggris. Selain itu saat hendak menjawab, Zara selalu disela oleh Barnett.

“Terlepas dari klaim berulang Zara bahwa ajudikasi agama tidak dalam parameter perannya memimpin organisasi masyarakat sipil. Barnett mengajukan pertanyaan tentang imam perempuan empat kali. Setiap kali ia menyela jawaban Zara,” bunyi surat terbuka dilansir dari Anadolu Agency, Kamis (18/2/2021).

Selain itu, model pembingkaian wawancara persegmen dengan menyinggung masalah ‘imam wanita’ mencerminkan gaya dan nada wawancara yang bersifat politis.

Surat itu juga menuduh tim produksi dan editorial BBC kurang “melek agama”. Setelah membuat perbandingan palsu dan kesetaraan imam dengan para rabi dan pendeta. Serta mengingatkan organisasi bahwa konsep ulama tidak ada dalam Islam.

Para tokoh masyarakat juga memperhatikan seberapa sering suara dan pendapat Muslim kurang terwakili di lembaga penyiaran nasional. Mereka telah meminta BBC untuk mengeluarkan pernyataan publik yang memperjelas komitmennya untuk terlibat dengan wanita Muslim. Terutama mereka dari komunitas yang terpinggirkan.

Surat terbuka itu disusun oleh penulis Yassmin Abdel-Magied dan Mariam Khan. Keduanya juga mencatat bahwa ada masalah budaya yang lebih luas dengan BBC dan media umum. Tentang bagaimana Muslim digambarkan dan dampak negatifnya terhadap komunitas Muslim di Inggris.

“Ini adalah momen penting di mana BBC dapat memilih untuk berpaling dari komunitas Muslim. Atau terlibat dalam membuat perubahan dan mengakui bahwa hal itu berdampak nyata pada kehidupan Muslim di Inggris.” Demikian Mariam dalam surat terbuka tersebut.

Romandhon MK

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

fourteen + 6 =