Bantuan Rp233 M untuk Pesantren Dikucurkan Kemenag

 Bantuan Rp233 M untuk Pesantren Dikucurkan Kemenag

Bantuan Rp233 M untuk Pesantren Dikucurkan Kemenag (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah mengucurkan dana bantuan sebesar Rp233 miliar. Bantuan ini rencananya akan disalurkan untuk pesantren, LPQ (Lembaga Pendidikan Al-Qur’an) dan MDT (Madrasah Diniyah Takmiliyah).

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono Abdul Gafur menjelaska. Untuk pengajuan bantuan pesantren, LPQ dan MDT dibuka hingga 10 September 2021 mendatang. Ia menjelaskan bahwa pihak pesantren, LPQ dan MDT bisa mengurus sendiri untuk pengajuan bantuan tersebut.

“Caranya bisa melalui aplikasi layanan bantuan pada laman https://ditpdpontren.kemenag.go.id/layanan/,” ungkap Waryono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/8/2021).

Adapun mengenai petunjuk teknis penyaluran bantuan, pihak Dit PD Pontren telah menerbitkan enam petunjuk teknis. Diantaranya adalah mengenai bantuan kemitraan pesantren dan pendidikan keagamaan Islam, bantuan operasional pesantren, bantuan pembangunan asrama pondok pesantren.

Selain itu, juga ada bantuan pembangunan ruang belajar pendidikan pesantren. Bantuan peningkatan kesehatan dan sanitasi pesantren, dan bantuan rehabilitasi asrama pondok pesantren.

“Seluruh petunjuk teknis bantuan ini dapat diunduh melalui https//:ditpdpontren.kemenag.go.id/arsip/,” sambungnya.

Sementara itu, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan program bantuan ini mencakup empat aspek. Di antaranya aspek kelembagaan, sumber daya manusia, akademik, serta sarana. Bentuk bantuannya berupa bantuan operasional, sarana dan prasarana, insentif dan bantuan lainnya.

“Sekalipun bantuan yang ada belum bisa menjangkau secara keseluruhan. Setidaknya bisa menjadi stimulan bagi pesantren, LPQ dan MDT, terlebih dalam kondisi pandemi Covid-19,” ujar Yaqut.

Menurutnya, program ini merupakan bentuk afirmasi dan dukungan pemerintah terhadap pesantren, LPQ dan MDT termasuk para ustad hingga santrinya. “Jika empat aspek ini dipenuhi, tentunya akan berdampak pada kualitas pesantren dan pendidikan keagamaan Islam, baik LPQ maupun MDT,” kata dia.

Romandhon MK

Peminat Sejarah Pengelola @podcasttanyasejarah

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

20 + 15 =