Bahagia Dunia Akhirat dengan Al Fatihah

 Bahagia Dunia Akhirat dengan Al Fatihah

Mitos berdoa saat bintang jatuh (Ilustrasi/Hidayatuna)

HIDAYATUNA.COM – Al Fatihah selalu dibaca berulang-ulang baik saat salat maupun ketika berzikir dan berdoa. Al Fatihah menjadi pamungkas untuk menutup permohonan seseorang kepada Allah SWT.

Namun ternyata surat Al Fatihah juga sering dibaca di luar kegiatan-kegiatan tersebut. Bagaimana pandangan ulama tentang membaca Al Fatihah di banyak kesempatan?

Adapun keistimewaan surat Al Fatihah dengan sebuah hadis Nabi Muhammad SAW berikut:

عَنْ أَبِي سَعِيدِ بْنِ الْمُعَلَّى قَالَ كُنْتُ أُصَلِّي فَدَعَانِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ أُجِبْهُ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي كُنْتُ أُصَلِّي قَالَ أَلَمْ يَقُلْ اللَّهُ { اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ } ثُمَّ قَالَ أَلَا أُعَلِّمُكَ أَعْظَمَ سُورَةٍ فِي الْقُرْآنِ قَبْلَ أَنْ تَخْرُجَ مِنْ الْمَسْجِدِ فَأَخَذَ بِيَدِي فَلَمَّا أَرَدْنَا أَنْ نَخْرُجَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ قُلْتَ لَأُعَلِّمَنَّكَ أَعْظَمَ سُورَةٍ مِنْ الْقُرْآنِ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ هِيَ السَّبْعُ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنُ الْعَظِيمُ الَّذِي أُوتِيتُهُ

Terjemahan :

“Dari [Abu Sa’id Al Mu’alla] dia berkata, suatu ketika aku sedang salat, tiba-tiba Rasulullah SAW memanggilku namun aku tidak menjawab panggilannya. Seusai salat, aku berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya tadi aku sedang salat.”

Beliau bersabda, “Bukankah Allah telah berfirman: ‘Penuhilah panggilan Allah dan panggilan Rasul-Nya bila ia mengajak kalian..'” kemudian beliau bersabda, “Maukah kamu aku ajari satu surat yang paling agung yang terdapat dalam Alquran sebelum kamu keluar dari Masjid?”

Lalu beliau memegang tanganku, dan ketika kami hendak keluar, aku berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Anda telah berkata, ‘Sungguh, aku akan mengajarkan padamu suatu surat yang paling agung dari Alquran.’ Beliau pun bersabda: “Yaitu: ‘alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin..’ ia adalah As Sab’u Al Matsaanii (Al Fatihah) dan Alquran yang agung yang telah diberikan kepadaku.” (HR Bukhari).

Selain diwajibkan membacanya saat salat wajib, para ulama telah menyatakan bahwa dianjurkan untuk membacanya dalam setiap hal penting. Seperti pernikahan, penjualan, tempat pengadilan yang mendamaikan antara orang-orang, saat kesusahan hingga di kuburan.

Menurutnya, siapa pun yang membiasakan diri membacanya di setiap kesempatan, maka telah menang dan bahagia di dunia dan akhirat.

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *