Cancel Preloader

Bacaan Imam Terlalu Panjang, Begini Cara Menegurnya!

 Bacaan Imam Terlalu Panjang, Begini Cara Menegurnya!

Bacaan Imam Terlalu Panjang (Ilust/Hidayatuna)

Digiqole ad

 HIDAYATUNA.COM – Dalam salat, terkadang kita seringkali tidak fokus. Apalagi saat bacaan imam terlalu panjang saat membaca surah pilihan.

Dongkol, kesal, bahkan tak jarang disadari atau tidak kita mengeluh dalam hati karena bacaan imam yang terlalu panjang.

Dalam kondisi seperti itu, apa yang bisa kita lakukan? Apakah menegur atau mengingatkan imam, namun bagaimana caranya?

Menegur atau mengingatkan imam yang keliru ketika salat berjemaah adalah hal yang disunnahkan. Khususnya ketika imam salah bacaan salat atau untuk mengingatkan dan lupa jumlah rakaat dalam salat.

Adapun cara menegur imam juga telah diatur dalam syariat, yakni dengan membaca tasbih bagi laki-laki dan menepukkan tangan bagi perempuan. Sebagaimana disebutkan dalam hadits :

إِذَا نَابَكُمْ شَيْءٌ فِي صَلاَتِكُمْ فَلْيُسَبِّحِ الرِّجَال وَلْتُصَفِّقِ النِّسَاء

Barangsiapa yang terjadi sesuatu dalam salatnya, ucapkanlah tasbih (Subhanallah), adapun bertepuk tangan itu hanya dilakukan oleh perempuan (ketika ingin menegur imamnya).”(HR. Abu Dawud)

Menegur Imam Terlalu Panjang Bacaannya yang Sesuai Tuntunan Rasulullah

Jika imam terlalu asyik dengan bacaan surah sehingga salatnya menjadi panjang tidak boleh ditegur dengan bacaan tasbih. Bacaan surah pilihan imam terlalu panjang saat salat tersebut bukan sebuah kealpaan.

Demikian juga perilaku sebagian orang yang berdehem, batuk dan ragam bentuk isyarat kepada imam ketika bacaan salatnya kepanjangan. Hal itu merupakan perbuatan yang dilarang dan  bisa membatalkan salat pelakunya.

Namun, permasalahan ini bukan tanpa solusi. Disebutkan dalam hadits Nabawi bahwa Rasulullah Saw pernah menegur Muadz bin Jabal ketika menjadi imam salat dan bacaannya terlalu panjang. Beliau bahkan menegur sahabat tersebut dengan sangat keras.

Rasulullah Saw bersabda :“Apakah engkau ingin membuat orang lari dari agama wahai Mu’adz ? Jika engkau mengimami orang-orang, bacalah surat Asy-Syams, Adh-Dhuha, Al-A’laa, Al-‘Alaq, atau Al-Lail.” (HR. Muslim)

Maka jemaah masjid yang merasa bahwa imam salatnya terlalu panjang bacaannya sehingga memberatkan. Bisa menyampaikan langsung karena ini adalah hak-hak salat berjemaah yang juga harus dijaga. Jika tidak bisa langsung, bisa juga melalui takmir masjid tersebut, atau ulama setempat agar mengingatkan sang imam.

Inilah solusi terbaik karena bila tidak disampaikan, boleh jadi imam tidak pernah tahu bahwa bacaannya selama ini kepanjangan. Bisa jadi imam terbiasa salat malam atau berasal dari lingkungan pesantren yang bacaan salatnya umumnya panjang. Sementara itu, dalam tuntunan fiqih, apabila makmum memiliki udzur atau buru-buru karena suatu urusan. Makmum diperbolehkan untuk mufaraqah (memisahkan diri dari salat berjemaah).

Itulah cara menegur imam salat apabila bacaan terlalu panjang. Semoga tulisan ini mampu mengingatkan siapa saja untuk saling menghargai satu sama lain, apa pun posisinya dengan cara yang baik.

Redaksi

Redaksi

Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.

7 + 6 =